Indonesia Masih Bergantung Chip Asing, Talenta Desain Jadi Pekerjaan Rumah

Senin, 09 November 2026 | 06:18 WIB
Ketergantungan Indonesia terhadap teknologi semikonduktor asing masih menjadi pekerjaan rumah di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk industri dan layanan digital. Foto ist.
BACA 10 DETIK
  • Indonesia masih terkendala tenaga ahli dan kemampuan desain chip.
  • Sandbox Chip Merah Putih dikembangkan untuk menguji rancangan chip nasional.
  • Platform digital dibuka untuk memperluas akses pembelajaran desain chip.

Suara.com - Ketergantungan Indonesia terhadap teknologi semikonduktor asing masih menjadi pekerjaan rumah di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk industri dan layanan digital. Terbatasnya kemampuan desain chip serta minimnya tenaga ahli menjadi hambatan bagi Indonesia untuk membangun industri semikonduktor secara mandiri.

Kondisi tersebut mendorong PERURI mengembangkan inisiatif Sandbox Chip Merah Putih sebagai salah satu upaya memperkuat kemampuan nasional dalam merancang teknologi chip.

Direktur Digital Business PERURI, Edwin Purwandesi, mengatakan pengembangan semikonduktor tidak cukup hanya mengandalkan investasi infrastruktur. Indonesia juga membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai teknologi desain chip serta kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi.

"Pengembangan teknologi semikonduktor merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian teknologi nasional," ujar Edwin dalam PERURI Digital Summit 2026 di Jakarta, 21–22 Oktober lalu.

Melalui inisiatif Sandbox Chip Merah Putih, PERURI mulai memperkenalkan tahapan pengembangan chip, mulai dari perancangan awal, pengujian, validasi teknologi hingga persiapan produksi industri.

Pengembangan tersebut turut memanfaatkan Agentic AI dan perangkat open-source untuk mempercepat proses desain dan pengujian. PERURI juga menyediakan platform chip.peruri.co.id yang memungkinkan mahasiswa, akademisi, dan talenta teknologi mempelajari serta menguji rancangan sirkuit digital melalui browser.

Langkah ini menjadi salah satu upaya memperluas akses pembelajaran desain chip di dalam negeri. Sebab, tanpa penguasaan teknologi desain dan ketersediaan tenaga ahli, ambisi Indonesia membangun industri semikonduktor berisiko terus bergantung pada teknologi dari luar negeri.

Meski demikian, pengembangan ekosistem chip nasional masih membutuhkan proses panjang, terutama untuk memastikan hasil riset dan rancangan dapat dikembangkan menjadi produk yang memenuhi kebutuhan industri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com