Klub peserta Liga 2 2022-23, Persipura Jayapura mengaku lebih memilih jika format kompetisi musim 2022-2023 dengan format tiga wilayah karena akan menghemat biaya dari klub.
Menurut pelatih Persipura Jayapura Ricky Nelson sebenarnya tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut siap jika Liga 2 digelar dengan format dua wilayah hanya saja pihaknya menilai idealnya harus tiga wilayah.
"Kami tidak masalah jika format dua atau tiga wilayah namun jika ditanya sekarang saya lebih memilih tiga wilayah karena jujur kami bisa lebih hemat biaya," katanya mengutip dari Antara.
Jika dihitung-hitung kata Ricky, biaya penerbangan dari Surabaya ke Jayapura sebesar Rp3 juta sampai Rp4 juta maka jika pertandingan di luar Papua sebanyak 12 kali laga itu akan membutuhkan anggaran yang sangat besar.
"Jadi kami pikir realistis untuk tim dari Papua itu sebaiknya tiga wilayah saja karena cuma ada 16 kali bertanding di antaranya 7 kali kandang dan 7 kali tandang karena Persewar Waropen juga bermain di sini juga," ujarnya.
Dia menjelaskan jika diterapkan format dua wilayah bukan tidak mungkin tim lain dari Indonesia Timur juga akan merasa hal yang sama yakni membutuhkan biaya yang besar.
"Jadi bukan kami saja pasti ada tim lain yang pusing memikirkan itu karena harga tiket memang mahal dan itu kenyataan yang tidak bisa dihindari," katanya lagi.
Berita Terkait
-
Persipura Luncurkan Jersey Bertema 'Torang Bisa' untuk Liga 2 2022
-
Semen Padang FC Bakal Hadapi PSPS Riau di Stadion Haji Agus Salim
-
Uji Coba Jelang Kick-off Liga 2 2022, Semen Padang Tantang PSPS di Stadion Haji Agus Salim
-
Warna Kostum Baru Semen Padang FC Penuh Filosofi Minangkabau, Semangat Arungi Liga 2 2022
-
Semen Padang FC Perkenalkan Jersey Baru, Ada Sentuhan Desain dan Motif Minangkabau
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dominasi Mobil Murah dan Kendaraan Niaga Jadi Bukti Masyarakat Masih Cari Kendaraan Fungsional
-
Bukan Sekadar Label, Aturan Kemenkes Ini Sentil Cara Kita Makan Sehari-hari
-
Berapa Harta Kekayaan Hery Susanto yang Diciduk Kejagung Usai 6 Hari Dilantik Presiden Prabowo?
-
Kapan Pelantikan Rektor Unhas Periode 20262030? Begini Persiapan Panitia
-
Kasat Lantas Solok Kota Dimutasi di Tengah Sorotan Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik
-
Dalang Penggedor Pintu Dapur di Malam Takbir Saat Nenek Membuat Wajik
-
Digempur Isu Cerai, Fairuz A Rafiq Akhirnya Beri Klarifikasi
-
Amerika Serikat Siapkan 10.000 Tentara Tambahan Antisipasi Perang Lanjutan Melawan Iran
-
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UBL Memanas, Dosen Terduga Pelaku Laporkan Balik Mahasiswi
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?