Markas baru Juventus, Juventus Stadium jadi momok menakutkan untuk tim lawan. Keangkeran Juventus Stadium seperti meneruskan dominasi Juventus saat masih bermarkas di Stadion Delle Alpi, Turin.
Ya, Stadion Delle Alpi merupakn ikon untuk Juventus, meksi sebenarnya La Vecchia Signora berbagi stadion dengan tim tetangganya, Torino.
Stadion Delle Alpi dibangun pada 1988, tak perlu waktu lama untuk stadion ini bisa dioperasi. Dua tahun setelah batu pertama ditancapkan pada 31 Mei 1990, Stadion Delle Alpi sudah siap untuk digunakan -- saat itu klub Portugal, FC Porto melawan tim gabungan pemain Juventus dan Torino pada laga eksebisi.
Orang Inggris menyebut stadion ini, Stadium of The Alps, merujuk pada pegunungan Alpen yang tak jauh dari lokasi stadion.
Stadion ini dirancang sejumlah arsitek yang tergabung dalam Studio Hutter. Dibangunnya Stadion Delle Alpi awalnya untuk memenuhi kebutuhan Italia sebagai tuan rumah Piala Dunia 1990.
Pihak FIFA saat itu meminta Italia untuk membangun stadion baru dibanding menggunakan Stadion Olimpico yang dianggap sudah terlalu tua.
Meski proses pembangunan Stadion Delle Alpi terasa singkat namun stadion ini mendapat pujian dari FIFA. Stadion ini dianggap sangat representatif untuk menjadi tempat pertandingan Piala Dunia.
Stadion yang sempat jadi tempat konser Guns N Roses pada 1992 ini kemudian jadi tempat terburuk untuk dikenang oleh Stuart Pearce dan Chris Waddle.
Pasalnya dua nama pesepakbola Inggris tersebut jadi biang kerok kekalahan Inggris atas Jerman Barat di babak perempatfinal Piala Dunia 1990. Pearce dan Waddle yang jadi dua penendang terakhir tak mampu taklukkan kiper Jerman Barat saat itu, Bodo Illgner.
Baca Juga: Punya Skuad Mentereng, Juventus Gagal Menang Lagi usai Ditahan AS Roma
Usai perhelatan Piala Dunia 1990, Juventus merasakan keindahan di Delle Alpi. Mereka jadi tim yang sangat ditakuti di Serie A, berbanding terbalik dengan tim tetangga yang sama-sama menempati stadion sama, Torino yang malah terus mengalami keterpurukan.
Lewat laya kaca, saya melihat bagaimana seorang Pavel Nedved serta Zinedine Zidane membuat lini tengah Juventus begitu mengerikan.
Seorang Edgar Davids bermain spartan dari kotak penalti Juventu ke daerah pertahanan lawan. Sepakan free kick indah seorang Del Piero juga tercipta di stadion. Kita mungkin juga dibuat kesal saat seorang Inzaghi sangat mudah terperangkap offisde.
Bicara soal Inzaghi tak adil jika hanya membicarakan soal 'hobinya' terperangkap offside di Delle Alpi, di stadion ini juga kita melihat bagaimana Inzaghi harus dilecuti celananya saat Juventus merayakan gelar Scudetto ke-25.
Meski merasakan kejayaan dan keindahan di Delle Alpi, data menunjukkan tak semua suporter Juventus mau datang ke stadion ini. Dikutip dari data stadiumguide.com, stadion yang berkapasitas 69 ribu tempat duduk ini tak pernah dipenuhi oleh suporter Juventus tiap musimnya.
Angka paling tinggi terjadi pada musim 1991/92 yakni rata-rata penonton mencapai angka 51.832 penonton. Malah khusus untuk Torino, angka rata-rata penonton tak pernah mencapai angka 30 ribu tempat duduk. Tak heran sebenarnya, pasalnya saat masih bermarkas di Delle Alpi, Torino hanya mentas di Serie B.
Berita Terkait
-
Punya Skuad Mentereng, Juventus Gagal Menang Lagi usai Ditahan AS Roma
-
Hasil Liga Italia Semalam: Paulo Dybala Bantu Roma Batalkan Kemenangan Juventus
-
Jadwal Bola Malam Ini: Ada Southampton vs Man United hingga Juventus vs AS Roma
-
Dapatkan Arkadiusz Milik dari Marseille, Juventus Akhiri Perburuan Striker
-
Juventus Ompong Lawan Sampdoria, Allegri Malah Banggakan Catatan Clean Sheet
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Rebutan Sebelum Piala Dunia! Arsenal dan Bayern Munich Sikut-sikutan demi 'Monster' Muda
-
Dreamy dan Powerful, Intip Highlight Medley Album Baru izna 'Set The Tempo'
-
Persib Bandung Hattrick Juara, Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM
-
Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor
-
4 Shio Paling Beruntung dan Panen Rezeki pada 4 Juni 2026: Ada Kuda hingga Monyet
-
Bimbel Bukan Jaminan Sukses, Lalu Untuk Apa Semua Lelahmu Selama Ini?
-
Ribuan ASN Pidie Jaya Aceh Sumringah, Gaji ke-13 Cair
-
Saat Diperiksa Kejati, Perjalanan Harta Iwan Tuaji Ikut Jadi Sorotan: Dari Rp50 Juta ke Rp6,7 Miliar
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana
-
Wamen Imigrasi Silmy Karim Diburu KPK Terkait OTT, Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA?