/
Senin, 29 Agustus 2022 | 13:03 WIB
delle alpi

Kondisi ini tentu saja membuat pusing pemerintah kota Turin yang menjadi pemiliki stadion ini. Salah satu faktor yang membuat enggan suporter datang ke stadion ini adalah lintasan lari. 

Publik menganggap lintasan lari yang berada di tengah stadion ini merusak atmosfir sepakbola Italia. Suara-suara dan chant para pendukung tak terdengar langsung ke telinga para pemain. 

Alasan ini kemudian sempat membuat pemerintah kota Turin menghancurkan lintasan lari tersebut dan memperkecil kapasitas tempat duduk menjadi 41.475. Namun hal itu tak banyak membantu, Delle Alpi pada akhirnya benar-benar dirobohkan dan Juventus miliki kandang baru, Juventus Stadium pada 2011 lalu. 

Jurnalis Chris Lee dalam artikelnya berjudul Reflections on the short life of the Stadio delle Alpi menyebut bahwa stadion ini akan selalu menciptakan kenangan dan nostalgia tersendiri bagi mereka yang pernah datang. 

"Kesan pertama saya tentang Stadion Delle Alpi ialah eksteriornya yang berwarna abu-abu berpadu rapi dengan cuaca di langit Turin yang sedikit kontras. Kursi di sana tidak nyaman untuk bisa berlama-lama duduk. Anda mungkin lebih senang berdiri sepanjang laga saat menonton pertandingan di sana."  

"Jika menengok ke atas, kita seperti melihat cincin planet Saturnus karena bentuk oval sempurna stadion ini. Sayangnya stadion ini tak seperti Bernabeu, Calderon, atau Mestalla di Spanyol yang selalu penuh, delle Alpi tiap pekannya selalu menyisakan banyak bangku kosong. Hanya mereka yang berada di blok Curva yang sepertinya sangat menikmati berada di stadion ini. Meski begitu saya seperti ingin kembali ke stadion ini. Ada perasaan dan kenangan yang sulit dicari di stadion lain, mulai dari aroma juara dan kemenangan sampai koleksi trofi yang tersimpan rapi di museum yang terletak tak jauh dari pintu masuk stadion," tulis Chris Lee. 

Load More