Kondisi ini tentu saja membuat pusing pemerintah kota Turin yang menjadi pemiliki stadion ini. Salah satu faktor yang membuat enggan suporter datang ke stadion ini adalah lintasan lari.
Publik menganggap lintasan lari yang berada di tengah stadion ini merusak atmosfir sepakbola Italia. Suara-suara dan chant para pendukung tak terdengar langsung ke telinga para pemain.
Alasan ini kemudian sempat membuat pemerintah kota Turin menghancurkan lintasan lari tersebut dan memperkecil kapasitas tempat duduk menjadi 41.475. Namun hal itu tak banyak membantu, Delle Alpi pada akhirnya benar-benar dirobohkan dan Juventus miliki kandang baru, Juventus Stadium pada 2011 lalu.
Jurnalis Chris Lee dalam artikelnya berjudul Reflections on the short life of the Stadio delle Alpi menyebut bahwa stadion ini akan selalu menciptakan kenangan dan nostalgia tersendiri bagi mereka yang pernah datang.
"Kesan pertama saya tentang Stadion Delle Alpi ialah eksteriornya yang berwarna abu-abu berpadu rapi dengan cuaca di langit Turin yang sedikit kontras. Kursi di sana tidak nyaman untuk bisa berlama-lama duduk. Anda mungkin lebih senang berdiri sepanjang laga saat menonton pertandingan di sana."
"Jika menengok ke atas, kita seperti melihat cincin planet Saturnus karena bentuk oval sempurna stadion ini. Sayangnya stadion ini tak seperti Bernabeu, Calderon, atau Mestalla di Spanyol yang selalu penuh, delle Alpi tiap pekannya selalu menyisakan banyak bangku kosong. Hanya mereka yang berada di blok Curva yang sepertinya sangat menikmati berada di stadion ini. Meski begitu saya seperti ingin kembali ke stadion ini. Ada perasaan dan kenangan yang sulit dicari di stadion lain, mulai dari aroma juara dan kemenangan sampai koleksi trofi yang tersimpan rapi di museum yang terletak tak jauh dari pintu masuk stadion," tulis Chris Lee.
Berita Terkait
-
Punya Skuad Mentereng, Juventus Gagal Menang Lagi usai Ditahan AS Roma
-
Hasil Liga Italia Semalam: Paulo Dybala Bantu Roma Batalkan Kemenangan Juventus
-
Jadwal Bola Malam Ini: Ada Southampton vs Man United hingga Juventus vs AS Roma
-
Dapatkan Arkadiusz Milik dari Marseille, Juventus Akhiri Perburuan Striker
-
Juventus Ompong Lawan Sampdoria, Allegri Malah Banggakan Catatan Clean Sheet
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar