Seorang pelari asal Australia, Jack Ahearn buka suara terkait hadiah lomba yang harusnya ia dapatkan. Jack adalah pemenang dari lomba Indonesia International Marathon 2022.
Dua bulan event itu berakhir, sampai saat ini Jack belum juga mendapatkan haknya tersebut. Lewat akun Instagram pribadinya @jackahearn_, ia meminta tolong semua pihak agar uang hadiah yang merupakan haknya tersebut segera didapat.
Jack dalam unggahan Instastory miliknya mengaku sempat menghubungi semua pihak termasuk KONI. Namun menurut Jack, nomor teleponnya justru diblokir orang pihak KONI.
Jack seharusnya mendapat hadiah uang Rp 150 juta. Namun sampai saat ini uangnya belum juga dibayarkan. Lebih lanjut dalam unggahan Instastory miliknya, Jack menyebut bahwa pihak panitia lomba juga selalu menghindar saat dimintai haknya.
Menurut Jack, bukan hanya dia yang mengalami nasib serupa. Sejumlah pemenang lain dalam event tersebut juga belum mendapatkan haknya.
Kekinian Jack lewat unggahan Instastory terbarunya menyebut bahwa ia mendapat 1/3 atau Rp 50 juta dari total hadiah yang seharusnya diterima oleh dirinya.
Pihak KONI sendiri lewat Sekjen Ade Lukman sudah memberikan komitmen yang sifatnya bantuan kepada para pemenang baik dari kategori nasional ataupun internasional.
Unutk Jack menurut KONI sudah mendapat uang sebesar Rp 50 juta.
"Untuk pemenang atas nama Jack Ahearn yang masuk finis tercepat dengan waktu 3 jam, 30 menit, 48 detik sudah ditransfer sebesar Rp 47,5 juta ke rekening yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang disepakati (setelah dipotong pajak),"
Baca Juga: 5 Fakta Pelari Asing Tagih Hadiah Juara Indonesia International Marathon, Sandiaga Uno Akui Begini
Indonesia International Marathon 2022 sendiri merupakan event lari yang diselenggarakan KONI bersama PT Tata Media Prima/TMP (The Media Palace) selaku pihak penyelenggara.
Kekinian kasus ini diungkap oleh anak dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, Frank Hutapea. Frank saat ini menjadi kuasa hukum Jack dan pelari lainnya yang belum dibayarkan haknya.
Frank Hutapea menyebut bahwa ia sudah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Berita Terkait
-
5 Fakta Pelari Asing Tagih Hadiah Juara Indonesia International Marathon, Sandiaga Uno Akui Begini
-
Makjleb! Arie Kriting soal Pelari Asing Belum Terima Hadiah Lomba Marathon di Indonesia
-
Tuai Kekecewaan, Pemenang Indonesia Internasional Marathon hanya Diberi Sepertiga Uang Hadiah
-
Viral Pelari Asing Juara Indonesia International Marathon Belum Terima Hadiah, Tagih Panitia hingga KONI
-
Maybank Indonesia Umumkan Pemenang Maybank Marathon 2022
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar
-
Gentengisasi Dorong Pertumbuhan UMKM dan Serap Tenaga Kerja Lokal
-
Didukung KUR BRI, Usaha Genteng Keluarga di Majalengka Terus Berkembang
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi