Sejumlah pemain Partizan di era itu seperti Predrag Spasic, Nebojša Vucicevic, hingga Sladan Scepovic mulai menaruh kepercayaan kepada dua pemain China ini. Sebagai top skor Piala Asia 1984, Jia mampu beradapatasi dengan baik dan mampu mencetak sejumlah gol bersama Partizan.
Ia dimainkan lebih banyak dibanding rekan senegaranya tersebut. Rasio penampilan Liu lebih moncer saat diturunkan di sejumlah pertandingan uji coba Partizan, sementara Jiu terus dimainkan dari periode Maret hingga Desember 1988, ia bermain sebanyak 16 kali.
Bahkan jika Yugoslavia tidak bubar, salah satu gol Jia akan terus tercatat sebagai gol tercepat Liga Yugoslavia, ia mencetak gol 45 detik setelah kick off babak pertama. Yang awalnya dua pemain ini disepelekan, mulai mendapat tempat di penggemar Partizan.
Pihak klub bahkan harus tegas saat dua pemain ini dipanggil Timnas China untuk berlaga di Olimpiade Seoul 1988, pasalnya di saat yang bersamaan Liga Yugoslavia memasuki musim baru. Setelah membantu China di ajang Olimpiade, keduanya kembali ke Beograd namun sayang di musim tersebu, prestasi Partizan melorot.
Pada Januari 1989 menjadi akhir petualangan dua pemain ini di Partizan, pihak klub memutuskan untuk mengembalikan keduanya ke China, di saat yang bersamaan Timnas China juga tengah fokus untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia 1990.
Semenjak petulangan Jiu dan Liu ke Yugoslavia, Liga Super China kemudian balik didatangi oleh banyak pemain dan pelatih dari kawasan Balkan. Bahkan diangkatnya Bora Milutinovic untuk menjadi pelatih Timnas China pada Piala Dunia 2002 juga tak lepas dari memori sejarah dua pemain tersebut.
Artinya sebelum pemain top Eropa berduyun-duyun ke Liga Super China saat ini, para pemain dan pelatih dari negara bekas Yugoslavia sudah lebih dulu merasakan nikmatnya mata uang Yuan dan mendominasi Liga Super China.
Berita Terkait
-
Daftar 4 Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Timnas Belanda untuk Tanding di FIFA Matchday
-
Jadi Ancaman, Ini Pemain Timnas Curacao yang Berpotensi Bobol Gawang Timnas Indonesia
-
Qatar akan Sediakan Pendingin di Seluruh Stadion Piala Dunia 2022, Sultan Mah Bebas!
-
Fantastis, Segini Total Hadiah untuk Pemenang Piala Dunia 2022
-
Langgangan Timnas Indonesia yang Berpotensi Tak Dipanggil Shin Tae-yong Lawan Curacao
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi