/
Selasa, 13 September 2022 | 10:21 WIB
Banyuwangi 1998

Para pelaku sangat terlatih dan sistematis. Saat itu, yang terjadi adalah listrik tiba-tiba mati dan sesaat kemudian terdapat seseorang yang sudah meninggal karena dibunuh. Keadaan mayat pada saat itu ada yang sudah terpotong-potong, patah tulang ataupun kepala yang pecah.

"Karena santri itu panik, ada yang bilang berpakaian hitam, ada yang bilang berpakaian biru. Sambil jerit-jerit, kata mereka itu yang tiga (orang) di dalam yang tiga di luar," kata Ali Sudarji, target pembunuhan yang berhasil lolos. 

Di saat yang bersamaan, saat pembantaian itu di daerah Banyuwangi juga muncul sekelompok gelandangan dan orang gila di penjuru kabupaten.

Para orang gila ini menunjukkan hal yang janggal seperti mampu menjawab dengan baik pertanyaan penanya, tetapi ketika ditanya mengenai asal usulnya, mereka akan bertingkah seperti orang gila.

Hal ini juga yang membuat muncul spekulasi bahwa orang-orang gila ini terlibat dalam peristiwa pembantaian. Dugaan tersebut semakin diperkuat dengan menghilangnya orang-orang gila tersebut tanpa upaya apapun dari pihak berwenang saat pembantaian mulai mereda.

Lantas berapa jumlah korban yang tewas. Data korban tewas dari versi Pemkab berjumlah 115 orang. Sementara data dari TPF NU berjumlah 147 orang. 

Di kecamatan Rogojampi dan Kabat menjadi daerah dengan korban terbanyak yakni 19 orang. Sampai saat ini mister pembunuhan di Banyuwangi tidak pernah terkuak kebenarannya. 

Load More