Setidaknya 17 orang tewas di Iran dalam aksi protes yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir ini. Kondisi dalam negeri Iran saat ini tengah membara.
Hal ini dipicu kematian tragis dari seorang wanita muda bernama Mahsa Amini. Wanita berusia 22 tahun itu pada 13 September 2022 ditangkap oleh pihak kepolisian setempat karena diduga memakai jilbab secara tidak benar.
Setelah ditangkap, Amini kemudian koma selama tiga hari dan hembuskan nafas terakhir di rumah sakit setempat. Kematian Amini membuat masyarakat Iran berang dan turun ke jalan menyuarakan protes.
Otoritas Iran sendiri menyebut bahwa kematian dari Amini disebabkan oleh gagal jantung. Namun para aktivis di Iran dan PBB mengatakan wanita muda itu mendapat serangan brutal oleh aparat setempat.
Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengatakan bahwa pemerintah akan menyelidiki kasus kematian wanita muda ini secara transparan.
"Yakinlah penyelidikan pasti akan kami buka," ucapnya di Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
Semenjak kematian Amini yang tragis, protes di jalanan kota Iran berubah menjadi medan perang. Mengutip dari laporan Vrt.be, setidaknya ada 17 orang tewas, terdiri dari pengunjuk rasa dan polisi karena aksi protes ini.
Namun angka ini sendiri berasal dari pengumuman televisi pemerintah Iran. Sejumlah LSM dan aktivis HAM internasional menduga jumlah korban jiwa akibat aksi protes ini berjumlah 31 orang yang terdiri dari warga sipil.
Pengakuan dari ayah korban
Baca Juga: Iran Batasi Jaringan Whatsapp dan Instagram usai Melebarnya Aksi Protes Kematian Mahsa Amini
Sementara itu, pihak keluarga mengatakan bahwa kematian putrinya memang disebabkan aksi kekerasan oleh aparat setempat.
Ayah dari Amini, Amjad Amini mengatakan bahwa saat penangkapan putrinya itu tengah bersama kakak laki-lakinya. Keduanya saat itu berencana pergi ke Teheran.
"Anak saya yang laki-laki memohon kepada mereka untuk tidak membawanya. Tetapi dia terus dipukuli hingga pakainnya robek," kata Amjad kepada BBC Persia.
"Saya meminta mereka untuk menunjukkan rekaman kamera pada tubuh penjaga keamanan, tetapi mereka mengatakan kepada saya bahwa kamera itu kosong,"
Selain itu, Amjad mengungkapkan bahwa ia beberapa kali dicegah oleh staf medis rumah sakit untuk melihat tubuh putrinya.
"Saya ingin melihat putri saya, tetapi mereka tidak mengizinkan saya masuk," jelasnya. Amjad juga dilarang untuk melihat laporan hasil otopsi putrinya.
Berita Terkait
-
Iran Batasi Jaringan Whatsapp dan Instagram usai Melebarnya Aksi Protes Kematian Mahsa Amini
-
Polisi Moral Iran dalam Sorotan Setelah Mahsa Amini Tewas
-
Pembagian Grup AFC Futsal Asian Cup 2022 Kuwait, Timnas Futsal Indonesia dan Iran di Grup C
-
Ada Keterlibatan Intelijen Asing? Aksi Wanita di Iran Ramai-Ramai Bakar Jilbab
-
Aksi Protes Kematian Mahsa Amini Melebar, Wanita Iran Ramai-ramai Bakar Hijab
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Honor Bersiap Rilis HP Murah dan Flagship Anyar, Usung Baterai 8.000-10.000 mAh
-
Panglima TNI Minta MK Tolak Uji Materiil UU Peradilan Militer, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Posko THR Jatim Terima 20 Pengaduan, Khofifah Pastikan Penyelesaian Jelang H-7 Lebaran 2026
-
Nilai Pasar Meroket, Justin Hubner Resmi Masuk Jajaran Pemain Termahal Timnas Indonesia
-
Kampus Meretas Batas: Ketika Pendidikan Berani Berpikir Berbeda
-
Predator Berjubah Dokter: Mengurai Benang Kusut Nafsu dalam Mimpi Ayahku
-
Titi DJ Kenang Vidi Aldiano di Makam: Sakit pun, Dia Masih Minta Maaf
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
Bertualang Sambil Belajar Geografi di Novel Bintang Karya Tere Liye
-
341 Masjid di Jabar Jadi Tempat Singgah Pemudik, Bisa Istirahat hingga Isi Daya HP