/
Senin, 10 Oktober 2022 | 22:24 WIB
gas air mata

Gas air mata menimbulkan kepanikan saat pertandingan lanjutan Liga Argentina antara Gimnasia vs Boca Juniors pada Jumat (7/10) di Stadion Juan Carmelo Zerillo

Akibat tembakan gas air mata itu, satu orang suporterr bernama Cesar Regueiro atau Lolo dinyatakan meninggal dunia. 

Dugaan sementara Lolo meninggal akibat serangan jantung saat terjadi kepanikan akibat tembakan gas air mata yang ditembakan oleh aparat kepolisian. 

Cerita soal horor di Stadion Juan Carmelo Zerillo diungkap sejumlah pemain kedua tim. Striker Gimnasia, Nicolás Contin mengatakan bahwa ia sangat panik saat gas air mata ditembakan polisi

Bukan dirinya yang ia khawatirkan. Saat pertandingan itu, ibundanya ikut datang menonton. Diceritakan Nico bahwa sang ibu hampir pingsan dan beruntung diselamatkan rekannya, Eric Ramírez. 

"Ibuku seorang wanita tua hampir pingsan di stadion. Untung Eric Ramirez mendekat dan menolongnya," ucap Nico seperti dikutip dari Tyc Sports

Pemain lain, Franco Soldano juga mengaku sangat panik karena istrinya yang tengah hamil juga berada di dalam stadion. Ia mencari ke semua sudut stadion untuk mencari keberadaan istrinya. 

"Saya butuh waktu 45 menit untuk mencarinya. Itu menjadi 45 menit terlama dalam hidupku. Pengalaman yang sangat buruk bagi karier saya," ungkapnya. 

Kesaksian lainnya diungkap oleh korban dari pendukung Boca Juniors. Menurut korban yang tak mau disebutkan namaya seperti dilansir dari eldiarioar, polisi bertindak beringas. 

Baca Juga: Bukan Cuma di Kanjuruhan, Penembakan Gas Air Mata di Dalam Stadion Juga Terjadi di Liga Prancis dan Argentina

"Ada sebuah adegan di mana mereka (polisi) mendorong seorang wanita muda sampai terjatuh. Ada juga anak-anak lari ketakutan. Setelah gas air mata, ada peluru karet ditembakan," ucap suporter tersebut. 

Kabar terbaru dari kasus penembakan gas air mata di Argentina, kepala kepolisian dipecat oleh Gubernur provinsi, Axel Kicillof. 

Dalam pernyataannya pemerintah Argentina menyebut bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dituntut ke muka pengadilan. 

"Pemerintah akan menunjuk hakim yang akan mengungkap fakta peristiwa tersebut dan akan menghukum tegas mereka yang bertanggung jawab," bunyi pernyataan resmi pemerintah. 

Load More