/
Senin, 10 Oktober 2022 | 20:46 WIB
Aksi doa bersama, tabur bunga, dan nyala lilin oleh ribuan Bonek dan Persebaya di Tugu Pahlawan. (twitter/@persebayaupdate)

Tim Gabungan Investigasi Pencari Fakta (TGIPF) korban Tragedi Kanjuruhan mengungkap salah satu alasan mengapa pertandingan Arema FC vs Persebaya bersikukuh untuk dilakukan pada malam hari. 

Anggota TGIPF Rhenald Kasali membeberkan, bahwa laga tersebut memang sengaja digelar pada malam hari demi mengakomodir dan memberi ruang bagi tayangan iklan rokok di Televisi. Karena, seperti diketahui, iklan rokok hanya dapat ditampilkan pada malam hari.

”Kami juga mendengar mungkin itu salah satunya dimaksudkan untuk mengakomodir iklan rokok (tayangan tv) yang baru dimulai di jam 10 malam,” beber Rhenald kepada wartawan di ruang kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Senin (10/10/2022).

Sebelumnya, baru-baru ini tim TGIPF Tragedi Kanjuruhan memiliki alasan mengapa pihak kepolisian seolah ciut saat meminta perubahan jadwal Arema FC vs. Persebaya.

Profesor Doktor Rhenald Kasali (sumber: Suara.com/Erick Tanjung)

"Kalau memang itu ditolak, kenapa polisi dan polres kalah dan harus tetap dilanjutkan pada malam hari?" kata anggota TGIPF Rhenald Kasali kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (10/10/2022).

Saat dalam proses penyelidikan berlangsung, Rhenald mengatakan ada pihak yang kuat yang diduga mengatur dan memastikan bahwa permainan harus berjalan pada malam hari.

"Ada petunjuk dan indikasi, misalnya kenapa bisa jadi malam. Itu juga kemungkinan besar disitu ada pihak tertentu yang mempunyai kekuatan yang mengatur pertandingan terjadi pada malam hari," katanya.

Namun begitu, Rhenald belum menjelaskan secara detail siapa pihak yang dimaksud. Menurutnya, publik bisa menebak secara kasat mata.

“Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan. Meskipun saudara-saudara bisa menciumnya, ”jelasnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Resah Perda Kawasan Tanpa Rokok Bikin Omset Turun

Load More