/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 11:04 WIB
kontur jalan itaewon | donga.com

Pesta Halloween di Itaewon berakhir duka dan penuh tangis setelah 151 orang dilaporkan tewas pada Sabtu 29 Oktober 2022 waktu setempat. 

Sebelum tragedi memilukan itu, diperkirakan 100 ribu orang tumpah ruah di jalan Itaewon untuk merayakan pesta Halloween. 

Pesta Halloween tahun ini seperti 'balas dendam' warga Korsel dan turis yang sebelumnya tak bisa merayakan akibat pandemi Covid-19. 

Bencana yang terjadi di Itaewon sendiri terpusat di sebuah gang sempit di jalan antara Stasiun Itaewon Pintu Keluar 1 dari World Food Street di belakang Hotel Hamilton. 

Kontur jalan di area tersebut menurun yang curam dan memiliki panjang 45 km dengan lebar hanya 4 meter. 

Salah seorang pejabat kepolisian mengatakan kepada SBS News bahwa kondisi jalan saat itu sangat licin akibat banyaknya alkohol yang tertumpah. 

"Kondisi jalan di lokasi sangat licin dan alkohol serta cairan lain tergenang di lantai hingga membuat banyak orang tergelincir," jelas pejabat kepolisian Korsel tersebut. 

Mengutip dari laporan seoul.co.kr, kecelakaan tragis ini terjadi di gang sempit yang memiliki lereng curam. 

"Jika ada kemiringan ke arah korban yang didorong, kekuataan dorongan akan terus meningkat dan skala kecelakaan dengan jumlah korban akan tertambah besar,"

Baca Juga: Tragedi Itaewon Tewaskan 151 Orang, SM Entertainment Batalkan Agenda Pesta Halloween

Dari analisis media Korsel disebutkan jika jarak antara satu orang dengan orang lainnya kurang dari 30 cm maka kekuataan tabrakan akibat terinjak-injak tidak akan menimbulkan skala korban besar. 

Analisis kepada para korban tewas, mereka mati lemas karena tekanan di bagian dada akibat dorongan begitu kuat. 

"Orang terus menumpuk dan jatuh karena ada dorongan dari arah belakang. Mereka terjatuh dan terinjak-injak,"

Dalam laporannya media Korsel tersebut menjelaskan dengan ilmiah bagaimana korban di kawasan Itaewon bisa mencapai ratusan orang. 

"Seperti yang kita pelajari di IPA SMP dan SMA, tubuh manusia memiliki selaput otot yang disebut diafragma yang membagi dada dan perut. Peran utama diafragma adalah menyesuaikan ukuran rongga dada dengan mengulangi kontraksi dan relaksasi, sehingga mengubah tekanan internal dan memungkinkan pernapasan,"

"Saat terjadi peristiwa miris ini, jika seseorang jatuh dan terinjak orang lain, tekanan kuat diberikan ke dada dan membuat diafragam tidak berfungsi, membuat kesulitan bernafas dan menyebabkan kematian akibat kekurangan oksigen,"

Load More