Pesta Halloween di Itaewon berakhir duka dan penuh tangis setelah 151 orang dilaporkan tewas pada Sabtu 29 Oktober 2022 waktu setempat.
Sebelum tragedi memilukan itu, diperkirakan 100 ribu orang tumpah ruah di jalan Itaewon untuk merayakan pesta Halloween.
Pesta Halloween tahun ini seperti 'balas dendam' warga Korsel dan turis yang sebelumnya tak bisa merayakan akibat pandemi Covid-19.
Bencana yang terjadi di Itaewon sendiri terpusat di sebuah gang sempit di jalan antara Stasiun Itaewon Pintu Keluar 1 dari World Food Street di belakang Hotel Hamilton.
Kontur jalan di area tersebut menurun yang curam dan memiliki panjang 45 km dengan lebar hanya 4 meter.
Salah seorang pejabat kepolisian mengatakan kepada SBS News bahwa kondisi jalan saat itu sangat licin akibat banyaknya alkohol yang tertumpah.
"Kondisi jalan di lokasi sangat licin dan alkohol serta cairan lain tergenang di lantai hingga membuat banyak orang tergelincir," jelas pejabat kepolisian Korsel tersebut.
Mengutip dari laporan seoul.co.kr, kecelakaan tragis ini terjadi di gang sempit yang memiliki lereng curam.
"Jika ada kemiringan ke arah korban yang didorong, kekuataan dorongan akan terus meningkat dan skala kecelakaan dengan jumlah korban akan tertambah besar,"
Baca Juga: Tragedi Itaewon Tewaskan 151 Orang, SM Entertainment Batalkan Agenda Pesta Halloween
Dari analisis media Korsel disebutkan jika jarak antara satu orang dengan orang lainnya kurang dari 30 cm maka kekuataan tabrakan akibat terinjak-injak tidak akan menimbulkan skala korban besar.
Analisis kepada para korban tewas, mereka mati lemas karena tekanan di bagian dada akibat dorongan begitu kuat.
"Orang terus menumpuk dan jatuh karena ada dorongan dari arah belakang. Mereka terjatuh dan terinjak-injak,"
Dalam laporannya media Korsel tersebut menjelaskan dengan ilmiah bagaimana korban di kawasan Itaewon bisa mencapai ratusan orang.
"Seperti yang kita pelajari di IPA SMP dan SMA, tubuh manusia memiliki selaput otot yang disebut diafragma yang membagi dada dan perut. Peran utama diafragma adalah menyesuaikan ukuran rongga dada dengan mengulangi kontraksi dan relaksasi, sehingga mengubah tekanan internal dan memungkinkan pernapasan,"
"Saat terjadi peristiwa miris ini, jika seseorang jatuh dan terinjak orang lain, tekanan kuat diberikan ke dada dan membuat diafragam tidak berfungsi, membuat kesulitan bernafas dan menyebabkan kematian akibat kekurangan oksigen,"
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Itaewon Tewaskan 151 Orang, SM Entertainment Batalkan Agenda Pesta Halloween
-
Fakta-fakta Perayaan Halloween di Itaewon yang Berakhir Mencekam, Tewaskan Ratusan Orang
-
Petaka Pesta Halloween di Korea Selatan Tewaskan 149 Orang, KBRI: 'Belum Diketahui Adanya WNI yang Jadi Korban'
-
Horor Halloween di Itaewon: Pukul 1 Pagi Laporan Pertama Kematian, Terus Bertambah hingga Mencapai 151 Orang
-
Ada WNI Dalam Tragedi Halloween di Korsel? Ini Penjelasan KBRI
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Sidoarjo Pride! Dari Kota Udang ke Dunia Digital, Cerita Bimasakti Bikin Transaksi Makin Simpel
-
Rahasia UMKM Candyco 'Naik Kelas' Berkat Dukungan Ekosistem Digital BRI
-
Update Harga PS5 2026, Naik Imbas Krisis RAM Global
-
Rekam Jejak Praka Farizal: Sukses di Papua Hingga Lolos Seleksi Ketat Penugasan Lebanon
-
Salatiga Bersiap Jadi Pusat Padel Nasional: Visi Ambisius PBPI untuk Olahraga Modern
-
Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
-
Buka Lahan Pemakaman Baru, Pemkot Jakbar Relokasi 128 KK
-
Dompet Menipis Usai Lebaran? Sequis Life Dorong Reset Keuangan dan Kesehatan
-
Gerakan Wangikan Masjid, Enesis Gandeng Baznas Sasar 100 Titik