Gempa dengan kekuatan 4,7 magnitudo Senin (31/10) pagi terjadi di wilayah Sukabumi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa 4,7 berlokasi di 7.70 Lintang Selatan (LS) - 106.88 Bujur Timur (BT) di 87 km Barat Daya Kota Sukabumi dengan kedalaman gempa 20 km.
Getaran gempa tadi pagi mengagetkan masyarakat di Sukabumi. Salah satu warga, Arie Dharmawan mengaku meski hanya beberapa detik, namun getaran gempa sangat kuat ia rasakan.
"Getaran gempanya tidak begitu lama hanya beberapa detik saja, tetapi getarannya saya rasakan cukup kencang," kata warga Gang Saniin, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi seperti dikutip dari Antara.
Arie yang pada senin pagi itu tengah menjaga konter handphone (HP) tiba-tiba terasa getaran gempa yang cukup kencang. Dengan spontan ia dan pelanggannya langsung berlari keluar konter dan ternyata banyak warga lainnya yg juga berhamburan keluar rumahnya.
Getaran gempa juga dirasakan oleh warga Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Supriadi. Ia mengatakan dirinya tengah berada di sebuah warung saat gempa terjadi.
"Spontan saya langsung meraih anak dan keluar dari warung serta menjauh dari bibir pantai. Saya masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu sehingga dengan spontan langsung pergi menjauh," ungkapnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi memastikan tidak ada kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi tadi pagi.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Wardhani, setelah dilakukan pengecekan hingga pukul 19:00 WIB, tidak ada kerusakan bangunan di wilayah Sukabumi karena gempa tadi pagi.
"Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas penanggulangan bencana hingga pukul 19.00 WIB, tidak ditemukan adanya bangunan maupun fasilitas umum dan tempat ibadah yang rusak, sama halnya kami belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dampak dari gempa tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Sejarah Gejer Bali, Gempa Bumi Besar Tahun 1815 yang Porak Porandakan Buleleng
Berita Terkait
-
Hati-hati Selama Tiga Hari Kedepan Jawa Barat Diguyur Hujan Disertai Kilat dan Angin Kencang
-
Kang Dedi Geram Sungai Cikeruh Airnya Benar-benar Keruh
-
Sepasang Kekasih dari Karawang-Bekasi Kompak Curi Motor untuk Beli Sabu
-
Update Peringatan Dini BMKG, 5 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat Waspada Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang
-
Kang Dedi Mulyadi Robohkan Warung Para Petambang, Beri Pesan untuk Pemerintah, 'Ini Tugas Anda, Bukan Saya'
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Ketua DPRD Kepri Kedapatan Pamer Naik Moge, GMNI Singgung Gaya Hidup Mewah
-
Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026