/
Senin, 31 Oktober 2022 | 22:03 WIB
Gempa Terkini yang Getarkan Sukabumi Tadi Pagi: Tidak Ada Kerusakan Bangunan

Gempa dengan kekuatan 4,7 magnitudo Senin (31/10) pagi terjadi di wilayah Sukabumi. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa 4,7 berlokasi di 7.70 Lintang Selatan (LS) - 106.88 Bujur Timur (BT) di 87 km Barat Daya Kota Sukabumi dengan kedalaman gempa 20 km.

Getaran gempa tadi pagi mengagetkan masyarakat di Sukabumi. Salah satu warga, Arie Dharmawan mengaku meski hanya beberapa detik, namun getaran gempa sangat kuat ia rasakan. 

"Getaran gempanya tidak begitu lama hanya beberapa detik saja, tetapi getarannya saya rasakan cukup kencang," kata warga Gang Saniin, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi seperti dikutip dari Antara. 

Arie yang pada senin pagi itu tengah menjaga konter handphone (HP) tiba-tiba terasa getaran gempa yang cukup kencang. Dengan spontan ia dan pelanggannya langsung berlari keluar konter dan ternyata banyak warga lainnya yg juga berhamburan keluar rumahnya.

Getaran gempa juga dirasakan oleh warga Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi Supriadi. Ia mengatakan dirinya tengah berada di sebuah warung saat gempa terjadi. 

"Spontan saya langsung meraih anak dan keluar dari warung serta menjauh dari bibir pantai. Saya masih trauma dengan kejadian beberapa waktu lalu sehingga dengan spontan langsung pergi menjauh," ungkapnya. 

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi memastikan tidak ada kerusakan akibat terdampak bencana gempa bumi tadi pagi. 

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Imran Wardhani, setelah dilakukan pengecekan hingga pukul 19:00 WIB, tidak ada kerusakan bangunan di wilayah Sukabumi karena gempa tadi pagi. 

"Dari hasil pendataan yang dilakukan petugas penanggulangan bencana hingga pukul 19.00 WIB, tidak ditemukan adanya bangunan maupun fasilitas umum dan tempat ibadah yang rusak, sama halnya kami belum menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dampak dari gempa tersebut," jelasnya. 

Baca Juga: Sejarah Gejer Bali, Gempa Bumi Besar Tahun 1815 yang Porak Porandakan Buleleng

Load More