Tujuh perwira kepolisian menjadi terdakwa obstruction of justice kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Ketujuh terdakwa tersebut adalah Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, dan AKP Irfan Widyanto. Kemudian AKBP Arif Rahman, Kompol Baiquni, Kompol Chuck Putranto.
Dua nama terakhir, Baiquni Wibowo dan Chuck Putranto merupakan anak dari purnawiraan brigadir jenderal (Brigjen).
Baiquni diketahui anak dari Brigjen Sunarjono. Ayah Baiquni sempat menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri pada 2007.
Sunarjono juga pernah menjadi Kapolda Gorontalo dari 2008 hingga 2010.
Sementara itu, Chuck Putranto adalah anak dari Brigjen Tri Utoyo. Dikutip dari Komandobhayangkara.id, Brigjen Tri Utoyo pernah bertugas di BNN, yang saat itu dikepalai Gories Mere.
Kakek dari Chuck juga diketahui memiliki kakek seorang pensiunan polisi.
Kedua anak purnawiraan polisi ini akan menanti vonis dari majelis hakim pada 24 Februari 2023.
Sebelumnya, Baiquni dan Chuck dituntut hukuman 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Jaksa dalam tuntutannya, menyebut bahwa Baiquni dan Chuck terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perintangan penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Baca Juga: 4 Hari Lagi Hakim Wahyu Imam yang Vonis Mati Ferdy Sambo Bakal Alami Hal Spesial, Apa Itu?
Sementara itu, hari ini, Senin (13/2/2023), dua terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dituntut berat oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan.
Ferdy Sambo divonis hukuman mati sedangkan sang istri, divonis hukuman 20 tahun penjara.
Berita Terkait
-
"Saya Pribadi Tidak Menyangka Hakim Vonis Mati Sambo" Curhat Kaget Anggota DPR
-
Tak Akui Salah hingga Dianggap Memutus Masa Depan Anggota Polri Jadi Pertimbangan Vonis 20 Tahun Bui Putri Candrawathi
-
4 Hari Lagi Hakim Wahyu Imam yang Vonis Mati Ferdy Sambo Bakal Alami Hal Spesial, Apa Itu?
-
Namanya Kini Bak Pahlawan: Rekam Jejak Hakim Wahyu yang Vonis Mati Sambo
-
Lebih Berat dari Tuntutan, Putri Candrawathi Divonis 20 Tahun Penjara
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN