Saat sidang vonis atas kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E ada satu momen yang menarik perhatian publik.
Momen itu ialah saat sejumlah petugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sigap mengamankan Bharada E begitu vonis 1 tahun 6 bulan dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Setidaknya ada empat petugas LPSK yang kemudian melindungi Bharada E dan mengawalnya ke luar ruangan sidang PN Jakarta Selatan. Ada satu petugas wanita yang kemudian jadi sorotan karena kecantikan parasnya meski ia memakai masker.
Warganet pun mulai memburu siapa wanita cantik yang jadi petugas LPSK tersebut. Belakangan muncul pengakuan dari seorang konten kreator Tiktok dan juga selebgram bernama Tyna Ratu bahwa ia adalah petugas LPSK tersebut.
Dalam video di akun Tiktok miliknya @tynaratu, ia menuliskan caption bahwa dirinya petugas LPSK tersebut.
"Me mbak LPSK nya Icad," tulis Tyna Ratu.
Selain aktif di Tiktok, Tyna Ratu juga memiliki akun Instagram dengan pengikut sebanyak 103 ribu.
Dalam bio di akun Instagram tersebut, Tyna Ratu mengaku tinggal di BSD Tangerang dan seorang single mom.
Sejumlah produk iklan ada di postingan Tyna Ratu. Selain itu, ia juga kerap video dengan pakaian cukup terbuka.
Video Tyna Ratu dengan pakaian cukup terbuka ini banyak mendapat komentar dari netizen.
Lantas apakah benar Tyna Ratu adalah petugas LPSK? Dari unggahan di akun Instagram dan Tiktok miliknya tidak terdapat video ataupun foto saat dirinya mengenakan seragam LPSK.
Mayoritas video dan foto yang ia unggaha di Tiktok dan Instagram kebanyakan aktivitasnya sehari-hari dan untuk keperluan endorsement.
Pihak LPSK pun belum memberikan keterangan resmi soal identitas petugas yang mendampingi Bharada E selama proses persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Berita Terkait
-
Kejagung Ogah Banding, LPSK: Mungkin Mereka Sadar Bharada E Bisa Bebas
-
Hotman Paris Dituding Cari Panggung Gegara Komentari Vonis Ringan Bharada E, Memangnya Ngomong Apa?
-
Benarkah Ada Pesta LGBT di Kafe Kota Bogor?
-
Jenguk Anaknya di Rutan Bareskrim, Ibu Richard Eliezer: Kami Yakin Icad Bisa Tugas Kembali Jadi Brimob
-
Soal Bharada E Kembali jadi Brimob Polri, Kapolri: Ya Peluang itu Ada!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan