Konsulatan internasional asal Inggris Buro Happold buka suara perihal kisruh Jakarta Internasional Stadium (JIS) yang dianggap tak sesuai dengan standar FIFA.
Mengutip di cuitan akun Twitter @Paltiwest, disebutkan bahwa dari hasil tinjuan pihak Buro Happold, sejumlah aspek di pembangunan JIS tak sesuai dengan konsep dan panduan mereka.
"Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold. Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah," tegas keterangan resmi.
Cuitan dari akun Twitter @Paltiwest ini bersumber dari pemberitaan terkait pernyataan resmi pihak Buro Happold terkait JIS.
Pernyatan dari pihak Buro Happold ini pun tuai banyak komentar dari netizen di laman Twitter.
"Bakal panjang urusannya, kejaksaan monitor???@KejaksaanRI" cuit salah satu pengguna Twitter.
"Nah hayoh lohhh...tidak sesuai panduan..ada indikasi penyimpangan dana gak ini?duit hutang pemerintah pusat lho ini," sambung akun lainnya.
"Paling yg disalahkan mandornya, ato tukang bangunannya," tambah akun @weda***
"Klo orang teknik baca surat ini suatu hal yang biasa.tidak semua desain dan perencanaan bisa di aplikasikan dilapangan.apalagi ini proyek skala besar.mungkin ada kendala,dan yang bisa menjelaskan cuman perencana lokalnya," ungkap akun lain.
Baca Juga: Konsultan Buro Happold Dirujak Pasca Kisruh JIS Tak Sesuai Standar FIFA: Dianggap Pendukung Rezim
Pasca kisruh JIS yang dianggap tak sesuai standar FIFA, Buro Happold menghapus JIS dalam proyek mereka. Hal ini membuat sejumlah netizen menuliskan komentar miring terhadap Buro Happold.
Pada unggahan akun resmi Buro Happold, sejumlah netizen Indonesia menuliskan komentar pedas.
"Buro Happold kumpulan manusia2 tidak profesional, hanya kaleng2 kosong," tulis netizen Indonesia diunggahan Buro pada 8 Juli 2023.
Berita Terkait
-
Konsultan Buro Happold Dirujak Pasca Kisruh JIS Tak Sesuai Standar FIFA: Dianggap Pendukung Rezim
-
Gaduh Rencana Renovasi JIS: Dianggap Bernuansa Politis, Kubu Anies Minta FIFA Turun Tangan
-
Belum Kunjung Debut Bareng Timnas Indonesia, Sandy Walsh Tetap Pede Umbar Target Ambisius
-
FIFA U-17: Hati-hati Lakukan Naturalisasi, Timnas Indonesia Bisa Rugi Nanti
-
Erick Thohir Kecewa Renovasi JIS Dikaitkan Politik: Pak Anies Sudah Katakan JIS Milik Indonesia!
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Lewat BRI Peduli, PMI di Taiwan Dibekali Literasi Keuangan dan Strategi Mengembangkan Usaha
-
Putusan MK soal Usia Wapres Langsung Berlaku 3 Hari, Kenapa Anggaran MBG Harus Tunggu 2 Tahun?
-
Presiden Argentina Ribut dengan Presiden Brasil: Dia Pencuri dan Korup
-
Harga Mati! Presiden Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Buruh Warning DPR: Agustus Diprediksi Ada Kerusuhan Besar, Situasi Sangat Rawan
-
Kejagung 3 Jam Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kepala BGN Gemas Program MBG Dikritik Gara-gara Sekolah Rusak: Yang Dulu ke Mana?
-
NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah, Perkuat Integrasi Layanan Publik
-
Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan