Striker PSIS Gali Freitas nyaris gagalkan keunggulan Persib pada pertandingan lanjutan BRI Liga 1 2023/24 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (20/8).
Gol Gali Freitas pada menit ke-57 sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Persib sempat unggul terlebih dahulu pada menit ke-24 lewat penalti Marc Klok.
PSIS hanya bermain 9 orang saat dua pemain mereka mendapat kartu merah. Luthfi Kamal mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-43.
Setelah itu, Adi Satyo juga harus mendapat kartu merah pada menit ke-77.
Setelah berjuang hingga menit akhir pertandingan, Persib akhirnya mampu mencetak gol kemenangan lewat penalti Marc Klok di menit akhir pertandingan.
Persib pun meraih kemenangan 2-1 di Stadion Jatidiri, markas PSIS Semarang.
Profil Gali Freitas
Paulo Domingos Gali da Costa Freitas atau biasa disebut Gali Freitas ialah striker kelahiran Timor Leste.
Ia membela PSIS Semarang pada musim ini setelah direkrut dari Karteku Dili.
Baca Juga: Mengejutkan! Teja Paku Alam Dilepas Persib Bandung Jelang Lawan PSIS Semarang, Benarkah?
Sebagai pemain anyar di BRI Liga 1, Gali Freitas cukup apik dengan mampu jadi mesin gol andalan PSIS Semarang.
Pada Piala AFF U-15 2019, pemain asal Timor Leste yang kini memperkuat PSIS Semarang, Gali Freitas sempat jadi musuh bersama publik sepak bola Indoensia.
Gali Freitas dianggap sebagai pemain yang mencuri umur. Tudingan ini lantaran ada dua versi kelahiran dari Gali Freitas, yakni 2004 dan 1996.
Apalagi di Piala AFF 2018 dan Piala AFF U-19 2018, ada pemain bernama Gali juga yang terdaftar memperkuat Timnas Timor Leste.
Gali bahkan sempat bobol gawang Timnas Indonesia U-15. Hal ini munculkan protes dari PSSI, AFC dan publik sepak bola Indonesia.
Kini telah resmi membela PSIS Semarang, Gali buka suara perihal kasusnya itu.
Saat diwawancara oleh pihak PSIS dan bertanya soal umur, Gali malah menjawab dengan jawaban membingungkan.
“Berapa umur Gali sebenarnya?” tanya pihak PSIS, seperti dilihat dari akun Youtube resmi PSIS Semarang.
“Tuhan yang tahu,” jawab Paulo Gali sembari tertawa.
Namun pihak PSIS Semarang kemudian menyebut bahwa pemainnya itu bertanggal lahir 31 Desember 2004 sesuai dengan data di paspor.
Berita Terkait
-
Persija Gagal Taklukkan Arema FC, Thomas Doll Keluhkan Kerasnya Lapangan Stadion Patriot
-
Ditahan Seri Arema FC, Kartu Merah Firza Andika Buat Gaya Main Persija Berantakan
-
Profil Gustavo Almeida, Striker Haus Gol Milik Arema FC yang Bikin Persija Gigit Jari
-
Tahan Imbang Persija, Arema FC Merasa seperti Memenangi Pertandingan
-
Link Live Streaming PSIS Semarang vs Persib Bandung, Big Match BRI Liga 1 Malam Ini
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Rezeki Nomplok di Depan Mata, 3 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan Besar di 2026
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Tiffany Young dan Byun Yo Han Resmi Menikah, Isu Hamil Duluan Mencuat
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Hasil Undian 16 Besar Liga Eropa: Calvin Verdonk Cs Hadapi Tim yang Diperkuat Bek Keturunan
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Matthaus Sebut Der Klassiker Dortmund vs Bayern sebagai Duel Magis