Aksi pamer harta alias flexing kembali jadi sorotan publik. Kali ini menjerat seorang pejabat di Cianjur, Jawa Barat. Video berisi seorang wanita pamer uang dan perhiasan jadi viral di laman sosial media.
Si wanita diduga ialah pejabat di Perumda Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam video yang viral itu, si ibu pejabat tersebut terlihat pamer uang pecahan Rp100 ribu.
Pada video yang lain, si ibu pejabat tersebut terlihat mengenakkan hijab lantas pamer perhiasan di jari tangannya. Sontak saja video tersebut pun menuai kemarahan publik.
Dihimpun dari berbagai sumber, video berdurasi 18 dan 48 detik tersebut diunggah di akun Tiktok @meyhaj. Video tersebut kembali diunggah oleh akun Instagram @hjicha72, penggiat media sosial di Cianjur.
Pemilik akun Instagram tersebut menyayangkan bahwa diketahui wanita di dalam video tersebut ialah pejabat PDAM di Cianjur.
"Kami menyikapi gaya hidup hedon, suka flexing atau pamer harta yang dilakukan pejabat tersebut di media sosial. Hal itu tentu sangat tidak elok di tengah pelayanan buruk Perumda Tirta Mukti Cianjur,"
Diketahui bahwa si ibu pejabat tersebut bernama Imas. Ia memag bekerja di Perumda Tirta Mukti Cianjur.
Imas pun mengakui bahwa tindakannya itu salah. Ia mengaku bahwa harta yang ia pamer tersebut bukan hasil dari korupsi melainkan hasi dari bisnis sampingannya.
Baca Juga: Wow! Viral Sejak 2016, Pembuat Lagu Baby Shark Sampai Sekarang Dapat Bayaran Rp4,3 Miliar Perbulan
Berita Terkait
-
Link Video Selebgram Shashaeile yang Trending, Berani Buka-bukaan Sampai Jadi Sorotan Media Asing
-
Bocah Menyendiri Nonton Lomba 17-an: Dia Belum Rasakan Kemerdekaan yang Sesungguhnya
-
Viral Pencuri HP di Medan Tertangkap Lewat Bantuan Google, Begini Ceritanya
-
Rayakan Ulang Tahun Dua Anaknya, Kahiyang Ayu Tuai Pujian karena Ajarkan Kesederhanaan Sebagai Ibu Pejabat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel