Suara.com - Tim Nasional Indonesia usia di bawah 23 tahun sudah mulai menjalani latihan perdana pelatnas tahap kedua. Mereka mulai diberi materi latihan organisasi bertahan dan menyerang dalam pemusatan latihan nasional pada hari pertama, Kamis (20/4/2014).
Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23 Mustaqim mengatakan pada latihan perdana pelatnas tahap kedua di lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, tim masih belum lengkap. "Pelatih kepala Aji Santoso dan pelatih fisik M Al Hadad belum bisa datang. Tapi Aji besok sudah datang," ungkapnya.
Menurut dia, Aji Santoso izin karena masih mengikuti acara 40 hari meninggalnya ibunya, sementara M Al Hadad mengikuti pelatihan di Jakarta. "Ini tidak terlalu mengganggu dalam latihan perdana ini," katanya.
Ia mengatakan bersama pelatih kiper Benny Van Brekuelen dirinya mulai memberikan program latihan kepada tim yang disiapkan untuk Asian Games mendatang. "Latihan untuk awal ini, mengenai pengorganisasian bertahan dan menyerang. Porsi latihan tidak hanya satu kali saja, tapi secara berkesinambungan, dan bertahap," ungkapnya.
Mustaqim mengatakan komposisi tim dari 23 orang keseluruhan, hanya 13 pemain saja yang dari pelatnas tahap pertama. Sisanya, tujuh pemain merupakan muka lama, serta tiga lainnya yang pernah memperkuat Timnas U-23 tapi dalam pelatnas tahap pertama tidak ikut.
Tujuh pemain tersebut yakni Raden Galuh Nur di kiper dari Pelita Bandung Raya (PBR), M Zainuri dari Pra-PON Jawa Timur, Eki Taufik dari Persela Lamongan, Achmad Hisam Tole dari Persebaya Surabaya. Saiful Indra Cahya dari Persik Kediri, Ridho Nur Cahyo dari Pra-PON Jawa Timur, serta Muchammad Erland dari PSM Makassar U-21.
Sedangkan tiga pemain lain yang sudah memperkuat Timnas yakni Alvin Tausalamoni dari Persebaya Surabaya, Dedi Kusnandar dari Persebaya Surabaya, serta Syakir Sulaiman di dari Sriwijaya Fc. "Seluruh para pemain ini masih dalam tahap seleksi," katanya.
Pelatnas tahap kedua ini akan berlangsung hingga 4 April.
Berita Terkait
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
FC Utrecht Gantung Nasib 2 Penggawa Timnas Indonesia
-
Hal-hal yang Membuktikan Timnas Indonesia Berada di Level Berbeda Sepanjang 2025
-
Fakta Lengkap Skandal Drone John Herdman, Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Fantastis, Kekayaan Harry Kane Tahun 2026 Tembus Lebih dari Rp2 Triliun
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
-
Persik Kediri vs Persib Bandung Resmi Digelar di Stadion Brawijaya, Bobotoh Dilarang Datang
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Ruben Amorim Tantang Pemain Muda Manchester United Hadapi Atmosfer Panas Elland Road
-
Detik-detik Emosi Donnarumma Meledak Usai City Ditahan Sunderland, Pep Guardiola Turun Tangan
-
Presiden PSG Untuk Ketiga Kalinya Bebas: Kasus Korupsi Nasser Al-Khelafi Gugur di Pengadilan Swiss
-
Rp 21 Triliun! Komisi Agen Pemain 2025 Meledak 90%, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bekukan Timnas Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang Lawan Balik