Suara.com - Pelatih tim nasional Indonesia Usia 23 Aji Santoso menyatakan kesiapannya untuk menurunkan semua pemainnya saat menghadapi tuan rumah Persis Solo. Hal tersebut untuk melihat kemampuan para pemainnya setelah mereka berlatih bersama di Yogyakarta.
Selain itu, laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (25/3/2014), juga sebagai tahap seleksi dengan improvisasi permainan untuk mencari pemain yang layak masuk Timnas. Timnas U-23 melakukan pertandingan uji coba yang terakhir melawan Malaysia dengan keunggulan Indonesia dengan skor 3-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
"Kami membawa 23 pemain termasuk tiga orang penjaga gawang yang mayoritas pemain lama yang ikut Timnas Indonesia di SEA Games XXVII/2013 di Myanmar," kata Aji Santoso.
Timnas yang akan menghadapi tim lokal Persis Solo tersebut dapat dimanfaatkan dengan menurunkan seluruh pemain. Pada pertandingan uji coba ini, jumlah pergantian pemain tidak dibatasi. "Kami berharap Persis dapat memberikan perlawan dengan menekan Timnas, sehingga mengetahui kemampuan anak-anak di lapangan," ujarnya.
Pelatih Persis Solo Widyantoro mengatakan timnya akan tampil maksimal untuk memanfaatkan kesempatan berharga menghadapi Timnas U-23 yang dipersiapkan di Asian Games di Korea Oktober mendatang. "Kami berharap anak-anak bisa tampil maksimal untuk mengimbangi permainan Timnas yang solid, memiliki kerja sama tim antara-lini yang baik," katanya.
Meskipun, Persis sedang krisis pemain belakang akibat banyak yang cedera, tetapi Ferryanto dan kawan-kawan diharapkan mampu mengimbangi setiap serangan yang diperagaan timnas asuhan pelatih Aji Santoso itu.
Untuk penjaga gawang akan dipercayakan oleh Agung Prasetyo, belakang ada Marcelo Cirelli, Liswanto, Yogaspriya, dan Dwijoko, tengah bisa diisi Andrid Wibowo, M Wahyu, Dedi, Akbar/Yonet, Agung/Windu, sedangkan depan Ferryanto, Yanuar Ruspuspito atau Kitto/ Roby Fajar.
"Kami akan lihat kondisi terakhir. Pemain yang siap akan diturunkan menghadapi Timnas," kata Widyantoro. (Antara)
Berita Terkait
-
Kunjungi Indonesia, Legenda MU Edwin van der Sar Soroti Masa Depan Skuad Garuda
-
Kecewa Indonesia Tak ke Piala Dunia 2026, Van der Sar Kagum Suporter MU Cilik Tanah Air
-
Akhir Tragis Irak: Dulu Bantai Timnas Indonesia, Berakhir Bulan-bulanan di Piala Dunia 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Erick Thohir Ogah Timnas Indonesia Lawan Argentina Lagi, Isyaratkan Lawan Tim Lain
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil