Suara.com - Pekan ini, sejumlah pemain kembali terancam gagal tampil di ajang Piala Dunia, termasuk bomber Liverpool Luis Suarez. Suarez menjadi sorotan setelah dirinya mengalami cedera lutut dan harus menjalani operasi.
Selain Suarez, siapakah pelaku jagad sepak bola yang menjadi headline pemberitaan di pekan ke-3 Mei 2014? Berikut sejumlah nama yang menjadi sorotan pekan ini.
1. Luis Suarez
Striker Liverpool Luis Suarez menjadi soroton pekan ini setelah dirinya mengalami cedera saat berlatih bersama timnas Uruguay. Akibat cedera lutut yang dialaminya itu, Suarez harus menjalani operasi.
Operasi yang dijalani Suarez menimbulkan kekhawatiran banyak pihak. Pasalnya usai operasi, dibutuhkan waktu lebih dari dua pekan bagi Suarez untuk bisa pulih seperti sedia kala. Artinya, Suarez terancam gagal tampil di Piala Dunia yang akan digelar dalam waktu dekat.
2. Louis van Gaal
Setelah lama dinanti, manajemen Machester United awal pekan ini akhirnya mengumumkan Louis van Gaal sebagai manajer baru Setan Merah. Soroton media pun mengarah pada pria yang saat ini menukangi timnas Belanda.
Bayang-bayang kesuksesan Sir Alex Ferguson, menjadi tantangan besar bagi mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu. Menanggapi hal tersebut, Van Gaal menegaskan dirinya tidak peduli akan hal itu. Dan selepas Piala Dunia, melepaskan MU dari bayang-bayang eks manajernya itu menjadi prioritas van Gaal.
3. Louis Enrique
Nama Luis Enrique terpampang di sejumlah headline media Spanyol setelah Barcelona menunjuknya sebagai pengganti Gerardo Martino yang menyatakan mundur sesaat setelah Los Cules gagal mempertahankan gelar La Liga.
Sebagai pelatih baru Blaugrana, Enrique berjanji untuk menampilkan Barcelona yang baru di musim depan tanpa mengubah filosofi raksasa Catalan. Tetap berpegang pada filosofi menyerang, Enrique berjanji Barca juga akan kuat dalam bertahan guna merebut trofi di musim depan.
4. Diego Costa
Jelang partai final Liga Champions 2013/14, kondisi Diego Costa menjadi sorotan. Dibekap cedera, peran Costa di partai final tersebut masih menjadi tanda tanya.
Saking kuatnya keinginan pemain naturalisasi asal Brasil untuk tampil di final, Costa memilih untuk menjalani pengobatan alternatif di Belgrade, Serbia.
Costa mengunjungi seorang ahli pengobatan alternatif di yang bernama Marijana Kovacevic. Dikabarkan, Kovacevic menggunakan metode kejut listrik dalam pengobatannya. Minyak yang terbuat dari plasenta kuda juga menjadi ciri dalam pengobatan Kovacevic.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan