Bola / Bola Dunia
Senin, 02 Juni 2014 | 15:16 WIB
Logo Piala Dunia Qatar 2022.

Suara.com - FIFA kemungkinan besar akan menggelar voting ulang untuk Piala Dunia 2022. wakil Presiden FIFA Jim Boyce mengatakan hal tersebut jika tuduhan suap yang dilakukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 terbukti.

Media Inggris, Sunday Times, sebelum mengungkapkan kalau mantan Presiden Konfederasi Sepakbola Asia Mohamed bin Hammam telah membayar senilai 3,7 juta poundsterling. Itu dilakukan supaya mendukung Qatar dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia pada 2010 lalu.

Para pejabat kampanye Qatar selalu membantah telah melakukan kesalahan. Mereka juga mengatakan Bin Hammam tak memiliki peran dalam rencana mereka. Namun Sunday Times telah mempublikasikan dokumen-dokumen baru terkait suap pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022.

Saat ini proses bidding untuk Piala Dunia 2018 dan 2022 sedang diselidiki oleh pengacara Amerika Michael Garcia. Jim Boyce pun mengatakan bahwa tidak tertutup untuk melakukan voting ulang jika Garcia bisa memperkuat temuan dari media Inggris tersebut.

"Saya sama sekali tidak memiliki keraguan jika memang ada bukti konkret yang diberikan oleh Mr Garcia ke FIFA dan Komite Eksekutif maka harus melakukan sesuatu yang harus diambil sangat, sangat serius," ungkap Boyce.

"Saya berharap keputusan yang tepat akan diambil. Saya pikir (voting ulang) harus menjadi sebuah kemungkinan, tapi ... penyelidikan penuh sedang dilakukan oleh Michael Garcia dan mari kita tunggu perkembangannya." (Sky Sport)

Load More