Suara.com - Belanda dan Argentina, akan berhadapan untuk ke-5 kalinya di ajang Piala Dunia. Kekalahan pertama dan paling menyakitkan Belanda dari tim Tango terjadi di Piala Dunia 1978. Saat itu, Albiceleste mengubur mimpi tim Oranye untuk meraih trofi Piala Dunia pertamanya.
Kegagalan Belanda di final Piala Dunia 1978 adalah satu dari sejumlah fakta yang tercatat jelang pertemuan kedua kubu. Berikut sejumlah fakta menarik jelang laga "hidup-mati" Belanda vs Argentina.
1. Babak semifinal Piala Dunia 2014 antara Belanda vs Argentina, akan menjadi pertemuan ke-5 antara kedua kubu. Dari empat pertemuan sebelumnya, Belanda lebih unggul dengan dua kemenangan, dan satu hasil imbang. Sementara Argentina hanya meraih satu kemenangan dan satu imbang.
2. Belanda dan Argentina pernah bertemu di babak final Piala Dunia 1978. Saat itu Argentina menang dengan skor 3-1 lewat perpanjangan waktu.
3. Melaju ke babak final sebanyak tiga kali, Argentina meraih dua trofi Piala Dunia di tahun 1978 dan 1986. Sementara di final Piala Dunia 1990, Argentina dikalahkan Jerman.
4. Seperti halnya Argentina, Belanda merupakan finalis di tiga Piala Dunia. Yaitu di Piala Dunia 1974, 1978 dan 2010. Belanda belum pernah sekalipun meraih trofi Piala Dunia.
5. Di Brasil, Lionel Messi merupakan pencetak gol terbanyak dari kubu Argentina dengan empat gol. Sementara dua bomber Belanda, Arjen Robben dan Robin van Persie masing-masing membukukan tiga gol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan