Suara.com - Keluarga Glazer yang merupakan pemilik klub sepak bola Manchester United berencana untuk menjual sebagian kecil saham mereka di klub dengan julukan Setan Merah itu.
Jumlah saham yang dijual tidak banyak yaitu hanya lima persen dari total 90 persen saham keluarga Glazer di Manchester United. Lima persen saham tersebut sama dengan 8 juta lembar saham dengan harga 150 juta dolar Amerika atau sekitar Rp1,7 triliun.
Namun, penjualan saham tersebut tidak akan masuk ke kas Manchester United. Dana tersebut akna ditampung di perusahaan investasi milik keluarga Glazer yaitu Red Football LLC. Keluarga Glazer membeli Manchester United pada 2005 seharga 1,27 miliar dolar Amerika.
Penjualan Manchester United ke keluarga Glazer itu sempat diprotes oleh kelompok pendukung The Red Devils. Mereka menuding pengusaha dari Amerika itu membeli Manchester United dengan cara meminjam uang dari pihak lain sehingga membebani klub dengan utang.
Maret lalu, sebuah perusahaan investasi Amerika Serikat Baron Capital telah membeli seperempat saham Manchester United yang dijual di Bursa Saham New York. Baron Capital telah membeli dan kini menguasai 24% saham Setan Merah yang dijual keluarga Glazer pada 2012. Namun, jumlah itu hanya mewakili 2,5% saham klub Liga Primer Inggris itu. (AFP/Reuters)
Berita Terkait
-
Investor Asing Lagi Senang Belanja Saham BBCA hingga BBRI
-
IHSG Bertahan di Level 6.100 pada Sesi I, BBCA dan BBRI Melesat
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
IHSG Berpeluang Menguat ke 6.162, Reliance Sekuritas Unggulkan BBCA hingga SCMA
-
IHSG Berisiko Terkoreksi Hari Ini, Waspadai Saham-saham Berikut!
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Agus Pramusinto Usul Pangkas Honor Komisaris
-
Rudal Iran Mengamuk Hancurkan Gudang Senjata dan Sistem Radar Amerika Serikat di Kuwait
-
Bocoran Vivo X500 Ultra: Vivo Pertimbangkan Tiga Sensor Telefoto 200MP Sekaligus
-
Dilema Pencari Kerja: Mengapa Mencari Upah Layak Dianggap Pilih-pilih?
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama