Suara.com - Louis Van Gaal mengakui, menjadi manajer di Manchester United jauh lebih sulit dari yang dibayangkannya. Namun, mantan pelatih timnas Belanda itu tidak menyesal memutuskan untuk menjadi manajer di klub dengan julukan Setan Merah itu.
“Benar, ini adalah pekerjaan besar yang saya lakukan di Manchester United. Situasinya tidak seburuk yang saya bayangkan. Saya akan menemukan cara saya sendiri,” ujarnya.
Van Gaal sebenarnya mendapatkan tawaran untuk menjadi manajer Tottenham Hotspur. Dia akan menerima gaji yang sama dengan yang diterimanya saat ini di Manchester United.
Akan tetapi, Van Gaal memutuskan untuk memilih Manchester United karena adar dengan tugas besar yang menantinya di stadion Old Trafford. Manchester United yang sudah 20 kali juara liga Inggris tampil buruk pada musim lalu dan tercecer di peringkat ketujuh klasemen akhir.
“Saya bisa saja memilih tugas yang lebih mudah. Apabila saya memutuskan ke Tottenham, pekerjaan saya tidak akan sesulit sekarang. Saya memilih klub dengan tantangan yang lebih besar. Saya ingin bergabung dengan klub nomor satu di negeri ini dan itu bukan Tottenham,” ungkapnya.
Dalam tiga pertandingan pertama liga Inggris di musim ini, Van Gaal masih belum bisa memberikan kemenangan bagi Manchester United. Anak asuhnya hanya meraih dua kali seri dan sekali kalah. (Mirror)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil
-
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
-
Kondisi Jepang Jelang Lawan Brasil, Punya Lebih Dari Cukup Modal Bawa Kemenangan
-
Jelang Hadapi Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Tersandung Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Dua Dekade Berlalu, Timnas Jepang Kini Lebih dari Siap Revans Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta
-
Brasil vs Jepang, Ancelotti Berharap Lebih pada Neymar