Suara.com - Nama Fernando Torres, sempat menjadi fenomena di awal Milenium. Lewat kepiawaiannya mengolah si kulit bundar diusianya yang masih belia, pemain kelahiran Fuenlabrada, Spanyol, bahkan mendapat julukan "El Nino" atau Si Bocah.
Berlatih dan mengawali kariernya di Atletico Madrid, kehebatan Torres membawanya ke dua liga besar Eropa lainnya, Liga Premier Inggris dan Serie A Italia. Namun perjalanan kariernya di tanah orang tidak berlangsung lama. Nasibnya bisa dikatakan kurang beruntung dengan sinar yang cepat meredup.
Berikut catatan perjalanan karir El Nino di tiga Liga Eropa berikut tim nasional.
1. Atletico Madrid
Torres bergabung dengan Atletico Madrid sejak berusia 11 tahun. Empat tahun berlatih dan memperkuat tim muda Atletico, Torres meneken kotrak pertamanya sebagai pesepak bola profesional bersama Atletico pada tahun 1999, di usia 15 tahun.
Dua musim tampil di divisi Segunda, Torres turut mengantar Atletico promosi ke La Liga di akhir musim 2000/01. Di musim pertamanya berlaga di liga kasta tertinggi Spanyol, Torres langsung memancarkan sinarnya dengan menorehkan 13 gol.
Di musim keduanya, Sinar Torres semakin terang. Tampil sebanyak 35 kali, Torres membukukan 19 gol yang menempatkan dirinya di urutan ketiga daftar pencetak gol La Liga musim 2003/04. Penampilannya di lini depan Atletico yang semakin tajam, membuat julukan "El Nino" atau Si Bocah melekat pada dirinya. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Torres pun langsung di percaya mengenakan ban kapten. Kepercayaan dari sang pelatih yang menjadikannya sebagai kapten termuda yang pernah dimiliki Los Colchoneros.
Enam musim berkiprah di La Liga, Torres pun mendapat peluang hijrah ke liga termahal dunia, Liga Premier Inggris. Meski Chelsea sangat berhasrat memiliki Torres sejak tahun 2003, Liverpool menjadi klub beruntung yang mendapatkan El Nino di tahun 2007.
Sepanjang karirnya bersama Atletico, Torres membukukan 82 gol dari 214 penampilannya di berbagai kompetisi.
2. Liverpool
Merapat ke Anfield, Torres semakin matang. Di musim pertamanya bersama Liverpool, Torres langsung membukukan 24 gol. Di tiga musim berikutnya, ketajaman Torres berlanjut dengan mencetak 41 gol di Liga Premier.
Namun di bursa transfer paruh musim 2010/2011, publik Anfield dikejutkan dengan keputusan manajemen The Reds yang menerima pinangan Chelsea. Dengan mahar 50 juta Poundsterling, Torres pun resmi berseragam Chelsea pada 27 Januari 2011.
Memperkuat The Reds sejak tahun 2007 hingga 2011, Torres telah membukukan 65 gol dari 102 penampilannya di Liga Premier.
3. Chelsea
Bersama Chelsea Torres turut mengantar The Blues meraih tiga trofi. El Nino mencicipi gelar pertamanya di Piala FA musim 2011/12, kemudian disusul dengan gelar Liga Champions di musim yang sama. Di musim 2012/13 Torres turut mengantar Chelsea meraih trofi kasta kedua benua biru, Liga Europa.
Meski mencicipi gelar bersama Chelsea, tidak bisa dipungkiri karir Torres meredup sejak merapat ke Stamford Bridge. sejak tahun 2011 hingga akhir musim 2013/14, Torres hanya mampu membukukan 20 gol bagi The Blues dari 110 kali penampilannya.
Puncaknya, awal musim ini, El Nino pun dipinjamkan ke AC Milan selama dua musim.
4. AC Milan
Torres berseragam Milan untuk waktu yang cukup singkat. Bergabung di awal musim 2014/15, Torres yang belum genap enam bulan menetap di Milan kembali dihadapkan pada ketidakpuasan pelatih.
Hanya mencetak satu gol dari 10 kali penampilannya bersama Rossoneri, memaksa pelatih Filippo Inzaghi mencoretnya dari daftar pemainnya musim ini.
Bak gayung bersambut, keputusan Milan untuk membuat Torres justru membuka jalan bagi Torres untuk pulang ke kampung halaman. AC Milan sepakat untuk meminjamkan Torres selama 18 bulan ke Atletico Madrid.
Proses kembalinya Torres ke Atletico diperkirakan akan rampung pada 5 Januari mendatang, menunggu tuntasnya perampungan status permanen Torres di Milan setelah klub tersebut menerima tawaran Chelsea akhir pekan lalu.
5. Timnas Spanyol
Karir Torres di tim nasional terbilang cukup sukses. Memperkuat U-16 dan U-19, Torres berhasil mencicipi gelar kejuaraan Eropa di tahun 2001 dan 2002.
Sementara di timnas senior, El Nino merasakan manisnya dua gelar Piala Eropa (2008 dan 2012), serta satu Piala Dunia (2010). Bersama La Furia Roja, Torres hingga saat ini mengantongi 110 caps dengan torehan 38 gol.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Link Live Streaming Arema FC vs Persis Solo: Duel Sesama Tim Bermodal Positif
-
Mantab! Beckham Putra Resmi Jadi Sarjana di Tengah Kesibukannya Sebagai Pemain Persib
-
Persebaya Dipecundangi Madura United, Bernardo Tavares Semprot Wasit dan VAR
-
Statistik Jay Idzes Bikin Kagum, Bawa Sassuolo Hajar Como 1907
-
Menuju Rekor Baru di Persib Bandung, Bojan Hodak Selangkah Lagi Lampaui Indra Thohir
-
Patrick Kluivert Tak Main di Clash of Legends 2026, Takut Tekanan Suporter GBK?
-
Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!
-
Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia
-
3 Negara Antre Lawan Timnas Indonesia FIFA Matchday Juni 2026, Erick Thohir Segera Kontrak Resmi
-
Soal Rumor Playoff Tambahan Piala Dunia 2026, PSSI: Kami Belum Dapat Surat dari FIFA