Suara.com - Sebuah klub sepak bola di Brasil mempekerjakan ibu-ibu para suporternya sebagai penjaga keamanan di stadion untuk mencegah perkelahian antarpenonton dalam pertandingan, demikian diberitakan The Guardian.
Sport Club de Recife melatih sekitar 30 ibu-ibu untuk menjaga pertandingan melawan rival sekota Nautico. Para ibu itu ditugaskan untu berpatroli di sekeliling lapangan, sambil mengenakan seragam berwarna mencolok dan bertuliskan "Seguranca Mae", frasa bahasa Portugis yang berarti "Ibu-ibu Petugas Keamanan".
Klub itu mengatakan bahwa para ibu yang dilibatkan dalam derby terakbar di Recife itu mendapat pelatihan yang sama dengan petugas keamanan yang lain.
Aksi mereka di pinggir lapangan mendapat sorotan khusus dan bahkan ditayangkan di layar besar di dalam stadion sebelum laga di mulai hingga sepanjang pertandingan berlangsung.
"Gagasannya adalah untuk membuat para pendukung fanatik sadar dan ikut membantu menciptakan suasana damai di dalam stadion," kata Aricio Fortes, wakil presiden Ogilvy, perusahaan humas yang menelurkan ide itu.
"Pada dasarnya, tak seorang pun yang ingin berkelahi di depan ibu mereka sendiri," tutur dia.
Dalam laga yang berlangsung akhir pekan kemarin itu Sport menang dengan skor 1-0 dan klub itu mengatakan tak ada suporter yang ditangkap di akhir pertandingan karena terlibat dalam perkelahian.
Recife sendiri terkenal di Brasil sebagai salah satu kota dengan jumlah perkelahian antarsuporter sepak bola paling tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi