Suara.com - Sebanyak 24 pemain tim Perseru Serui dan pelatih Agus Sutiono telah diliburkan dan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Hal itu menyusul penghentian kompetisi Liga Super Indonesia QNB oleh PSSI karena "Force Major".
"Pelatih Agus Sutiono sudah ke Jawa, dan pemain-pemain Perseru tidak lagi di Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, semua diliburkan oleh manajemen," kata Asisten Pelatih Perseru Serui Choirul Huda di Jayapura, Papua, Kamis (5/7/2015).
Menurut dia, diliburkannya pemain dan pelatih oleh manajemen tim berjulul Kuda Laut itu dikarenakan dampak dari pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi, sehingga otoritas sepak bola tanah air itu menghenhtikan LSI QNB dengan alasan "Force Major".
"Iya, kan kami semua diliburkan karena masalah PSSI dan Menpora. Dampaknya kepada kami sebagai pelatih dan pemain," kata Huda mengaku masih di Kota Kembang, julukan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Choirul Huda yang sempat menangani tim Persiwa U-21 itu juga mengemukakan bahwa pemain dan pelatih yang diliburkan itu akan dipanggil kembali jika ada kabar baik dari PSSI dan Menpora yakni menggelar kompetisi LSI QNB kembali.
"Yah, kalau tidak. Kami tidak tahu nasib kedepannya bagaimana. Jika digelar kembali, rencananya tim Perseru Serui akan kumpul dan persiapan di Jawa," ujarnya.
Mengenai penghentian kompetisi LSI QNB 2015 oleh PSSI sebagai dampak dari pembekuan oleh Menpora Imam Nahrawi, Huda mengatakan yang rugi dari semua persoalan itu adalah pemain dan pelatih karena langsung merasakan imbasnya.
"Jelas kami rugi sebagai pelatih dan pemain. Bulan ini kalau tidak ada laga (kompetisi), belum tentu bulan berikutnya terima gaji," keluhnya.
Huda juga menyampaikan, baik PSSI dan Menpora inginkan adanya perbaikan kompetisi sepak bola di tanah air, tetapi bukan dengan saling menunjukkan ego masing-masing yang berimbas pada perkembangan olah raga bola kaki.
"Menurut saya, mungkin PSSI ada yang kurangnya, tapi ada juga lebihnya. Sementara Menpora inginkan perbaikan, tetapi imbasnya kepada kami sebagai pelatih dan pemain," katanya.
Huda berharap, kegaduhan yang terjadi hingga kini bisa segera usai dengan baik sehingga jauh dari sanksi yang menanti dari induk olah raga sepak bola dunia, FIFA.
"Setiap klub berada dinaungan PSSI, dan PSSI di bawah AFC serta FIFA, jika hal ini tidak dicermati baik dan bijak maka bukan tidak mungkin sanksi menanti," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Erick Thohir Apresiasi Timnas Putri usai Juara AFF Women's Cup 2026
-
Timnas Putri Indonesia Back-to-Back Juara Piala AFF 2026, Erick Thohir Angkat Topi
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026