Suara.com - Hari ini, 32 tahun yang lalu, Yaya Toure lahir di Bouake, Pantai Gading. Pesepakbola bernama lengkap Gnegneri Yaya Toure ini adalah gelandang timnas Pantai Gading yang hingga kini masih merumput bersama Manchester City.
Siap tak kenal Yaya Toure. Gelandang yang satu ini sudah kenyang pengalaman di lapangan hijau.
Dunia sudah mengenal Toure kala dirinya masih berseragam Barcelona. Bergabung bersama Blaugrana sejak tahun 2007, Toure mencicipi dua gelar juara La Liga dan satu gelar Liga Champions.
Sayang, saat Barca ditangani Pep Guardiola pada musim 2008/2009, Toure seolah kehilangan perannya di klub Katalan. Guardiola lebih memilih talenta lokal, Sergio Busquets, ketimbang Toure.
Selanjutnya: Dipinang The Citizens
Toure pun pindah ke Machester City pada tahun 2010 dengan nilai kontrak 24 juta Poundsterling. Menyandang nomor punggung 42, Toure menjadi bintang baru di Liga Premier Inggris.
Berseragam Manchester Biru, Toure membantu merebut gelar juara Liga Premier dua kali berturut-turut, yakni pada musim 2011/2012 dan 2013/2014. Musim tersuburnya adalah pada musim 2013/2014 kala ia mencetak 20 gol dari 35 laga yang ia lakoni.
Namun, saat ini, nasibnya di City boleh dikata sedang tak menentu. Menyusul kegagalan City mempertahankan gelar juara Liga Premier, serta minimnya gol yang ia cetak dibanding musim sebelumnya, banyak isu menyebut Toure akan hengkang.
Menurut agen Toure Dimitri Seluk, Toure hampir 90 persen pindah. Sejumlah raksasa Eropa macam Real Madrid, Juventus dan Inter Milan kabarnya mulai mengincar gelandang bertinggi badan 188 sentimeter ini.
Selanjutnya: Pemain Muslim yang mengubah tradisi.
Toure adalah salah satu pemain di Liga Premier yang memeluk agama Islam. Pemain yang, menurut para pengamat, punya kecepatan lari bak kereta ini adalah sosok yang mengubah tradisi perayaan Man of the Match di Inggris.
Ketika didaulat sebagai Man of the Match dalam sebuah laga kontra Newcastle United, Toure menolak menenggak sampanye, minuman yang biasa dikonsumsi dalam perayaan tersebut. Sejak saat itu, Liga Premier menyediakan air mawar dan minuman pomegranate alias sari buah delima sebagai alternatif minuman bagi para pemain Muslim.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
Rumor ke Persija Menguat, Jurnalis Belanda Sebut Ivar Jenner Sia-siakan Kesempatan di FC Utrecht
-
Klasemen Liga Inggris Pekan 22: Arsenal Kokoh di Puncak Usai Man City dan Aston Villa Tumbang
-
Elkan Baggott Tak Jadi Dilepas Ipswich Town? Kieran McKenna Mengaku Bimbang
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Pascal Struijk Bicara Peluang Naturalisasi
-
Klasemen Liga Prancis: RC Lens di Puncak, Klub Calvin Verdonk Tertahan di Posisi 5
-
Persik Kediri Pertahankan Ezra Walian, Ikat Kontrak hingga 2029
-
Orang Dalam Persija Buka Suara Kabar Ivar Jenner Selangkah Lagi Bergabung
-
Dirumorkan Gabung Persib, Gaji Layvin Kurzawa Pernah Capai Rp2,2 Miliar Seminggu
-
Allegri Realistis: Target AC Milan Liga Champions, Fullkrug Jadi Senjata Rahasia
-
Detik-detik Kevin Diks Alami Benturan di Kepala, Bikin Seisi Stadion Mendadak Hening