Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 01 Mei 2026 | 17:59 WIB
Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Baca 10 detik
  • Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain kepada sejumlah pemain Bhayangkara FC U-20 akibat kericuhan saat menghadapi Dewa United.
  • Pemain Fadly Alberto Hengga menerima hukuman terberat selama tiga tahun setelah melakukan pelanggaran keras dalam laga di Semarang tersebut.
  • Manajemen Bhayangkara FC U-20 menghormati keputusan PSSI namun akan menempuh jalur banding untuk meninjau kembali durasi sanksi para pemain.

Suara.com - Sejumlah pemain Bhayangkara FC U-20 dijatuhi sanksi larangan bermain oleh PSSI melalui Komite Disiplin akibat keterlibatan dalam kericuhan saat menghadapi Dewa United U-20 pada ajang Elite Pro Academy U-20.

Fadly Alberto Hengga menjadi pemain dengan hukuman terberat, yakni larangan bermain selama tiga tahun. Ia sebelumnya menjadi sorotan setelah melakukan aksi “tendangan kungfu” terhadap pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, dalam laga di Semarang pada 19 April 2026.

Sanksi tersebut menjadi pukulan bagi perjalanan karier Fadly yang sebelumnya sempat memperkuat Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 dan Piala Dunia U-17.

Selain Fadly, tiga pemain lain yakni Aqilah Lissunah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur dijatuhi larangan bermain selama dua tahun. Sementara itu, M. Mufdi Iskandar mendapatkan hukuman satu tahun.

Sanksi juga diberikan kepada ofisial tim, Muklis Hadi Ning, yang dilarang mendampingi tim selama empat pertandingan.

Manajer Bhayangkara FC U-20, Yongky Pandu Pamungkas, menyatakan pihaknya menghormati keputusan tersebut, namun menilai ada beberapa aspek yang perlu dikaji ulang, khususnya terkait durasi hukuman.

"Terutama terkait durasi sanksi yang dijatuhkan kepada pemain," katanya.

Ia menambahkan bahwa terdapat sejumlah faktor yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.

"Termasuk kondisi di mana beberapa pemain kami juga berada dalam posisi sebagai pihak yang terdampak," katanya.

Baca Juga: Komdis PSSI Resmi Jatuhi Fadly Alberto Hukuman Berat!

Yongky memastikan klub akan mengajukan banding agar keputusan bisa ditinjau kembali secara objektif dan proporsional.

Meski insiden tersebut mencoreng pembinaan sepak bola usia muda, Yongky menegaskan hubungan antarpemain kedua tim tetap terjaga dengan baik. Ia menyebut para pemain sudah saling mengenal dan tetap menjunjung nilai sportivitas.

Bhayangkara FC U-20 juga berkomitmen melakukan evaluasi internal serta memperkuat pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus tetap memperjuangkan hak para pemain melalui jalur resmi yang tersedia.

(Antara)

Load More