Suara.com - Neymar mengeluhkan keputusan wasit yang memberikan dirinya kartu merah saat menghadapi Kolombia di Copa America 2015. Kapten Brasil ini mengeluhkan keputusan wasit yang sangat merugikan dirinya.
Kapten Brasil ini di kartu merah di akhir pertandingan menyusul keributan yang melibatkan pemain, pemain cadangan dan staff dari kedua tim. Neymar menendang bola dan menyundul Jeison Murillo yang mencoba menenangkannya.
Namun kemudian Carlos Bacca mendrong dengan keras Neymar dari belakang dan hal itu memicu terjadi saling doro mendorong dan keributan antar pemain. Wasit Enrique Osses pun memberikan kartu merah kepada kedua pemain Neymar dan Bacca.
Meski demikian, Neymar tidak puas dengan kepemimpinan wasit Osses. Ia sebelumnya mendapatkan kartu kuning karena dinyatakan hand balls setelah menyundul bola dan diblok oleh kiper David Ospina, namun bola rebound tak sengaja mengenai tangannya.
"Peraturan selalu dipakai untuk melawan saya. Mereka memberikan busa dan tak mendapatkan kartu kuning tapi saya. Bola mengenai saya tapi tidak sengaja. Saya terjatuh dan menerima kartu kuning," kata Neymar seperti dilansir Scoresway.
"Hal ini yang terjadi. Memasukan wasit yang lemah dan ini yang yang terkadang yang terjadi. Tidak membuat saya gila, tapi Saya hanya tidak suka dengan wasit yang tidak tepat membunyikan peluitnya," ujar kapten Brasil ini.
Berita Terkait
-
Neymar Akhirnya Debut di Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Langsung Meledak di Stadion
-
Neymar Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Pele dan Cafu
-
Vinicius Jr Samai Rekor Ronaldo hingga Neymar usai Brasil Bantai Skotlandia di Piala Dunia 2026
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
Sindiran Pedas Presiden Brasil: Neymar Satu-satunya Pemain WFH di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey