Suara.com - Arema Cronus Indonesia Malang, Jawa Timur, menerima banyak tawaran untuk mengikuti berbagai pertandingan persahabatan maupun turnamen yang digelar di berbagai daerah usai Lebaran 2015.
General Manager Arema Ruddy Widodo, Selasa (7/7/2015), menyebutkan beberapa turnamen di sejumlah daerah sudah menanti Arema selepas Lebaran nanti.
"Banyak rancangan pertandingan setelah Lebaran nanti, bahkan ada yang sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen," kata Ruddy.
Hanya saja, lanjut dia, belum semua panitia turnamen menyampaikan undangan resmi secara langsung ke manajemen Arema. Namun, yang disampaikan secara lisan sudah cukup banyak.
Ruddy mengemukakan bahwa manajemen akan membicarakan agenda turnamen secara internal dalam pekan ini.
Pihaknya akan memilah rancangan yang bisa diikuti dan yang tidak. Pembicaraan internal terkait dengan kiprah Arema pada turnamen itu juga akan melibatkan unsur pelatih.
"Nanti kami bicarakan bersama, masukan dari pelatih diharapkan juga bisa kami gunakan dalam membuat rancangan ke depan," ucapnya.
Senada dengan General Manager Arema, Media Officer tim berjuluk Singo Edan itu, Sudarmaji, juga mengakui belum ada undangan formal turnamen yang masuk ke manajemen meski banyak informasi penyelenggaraan yang didapat.
"Mudah-mudahan setelah ini undangan turnamen membeludak," katanya.
Beberapa turnamen yang rencananya digulirkan usai Lebaran 2015, di antaranya Piala Wali Kota Bandung dan Piala Gubernur Jatim dan Arema disebut-sebut akan dilibatkan dalam turnamen itu.
Selain itu, ajang Sunrise of Java Cup 2015, yang gagal digelar awal bulan ini juga akan disiapkan kembali usai Lebaran.
Namun, dari sekian turnamen yang akan bergulir usai Lebaran, kompetisi di Piala Indonesia Satu menjadi prioritas manajemen Arema.
Pihak penyelenggara, Mahaka, juga terus menjalin komunikasi dengan tim -tim calon peserta.
Turnamen Piala Indonesia Satu, yang sebelumnya bernama Piala Presiden akan mempertemukan beberapa tim peserta Liga Super Indonesia (LSI). Turnamen yang diklaim sebagai turnamen mandiri, bukan bentukan PSSI dan Tim Transisi ini dijadwalkan mulai bergulir awal Agustus 2015.
Sejak dibekukannya PSSI, kemudian dibentuk Tim Transisi, beberapa bulan lalu, kegiatan persepakbolaan nasional berhenti total, bahkan ajang uji coba, pertandingan persahabatan, maupun turnamen tidak ada sama sekali sehingga tidak sedikit pemain profesional yang memperkuat tim-tim yang berkompetisi di ajang tertinggi di Tanah Air harus turun di laga amatir di kampung-kampung (tarkam). (Antara)
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Legowo, Jonathan Tah Akui PSG Layak ke Final Liga Champions
-
Dikaitkan dengan Chelsea, Felipe Luis Mulai Urus Lisensi UEFA Pro
-
Bayern Munich Tersingkir, Vincent Kompany Murka dengan Keputusan Wasit
-
Vincent Kompany Sebut Wasit Berpihak ke PSG: Seharusnya Ada Penalti dan Kartu Merah
-
Jumpa Arsenal di Final, Luis Enrique Kenang Pernah Satu Tim dengan Mikel Arteta
-
Wakil Presiden Inter Milan Pesimistis Bisa Rekrut Nico Paz
-
Alisson Becker Semakin Dekat Gabung Juventus
-
Jadwal Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal di Budapest
-
PSG Singkirkan Bayern Muenchen dan Lolos ke Final Liga Champions Dua Musim Beruntun
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026