Suara.com - Manajer Manchester United, Louis van Gaal, mengatakan klubnya harus menjadi korban akibat hubungan terlarang antara Real Madrid dengan penjaga gawangnya, David de Gea. Pelatih Belanda itu menuding Madrid menilai De Gea terlalu murah.
De Gea, yang dibeli MU dari Atletico Madrid pada 2011 dengan harga 17,8 juta pound sterling (sekitar Rp372,8 miliar), sebelumnya sudah menegaskan dirinya kepincut dengan rayuan Madrid dan sudah enggan bermain di Old Trafford.
Akan tetapi Van Gaal menegaskan bahwa bahw MU ia hanya akan melepaskan penjaga gawang berusia 24 tahun itu dengan harga yang pantas. Meski urung melepas De Gea, Van Gaal juga belum mengizinkan penjaga gawang asal Spanyol bermain di laga pertama Liga Primer musim ini melawan Tottenham Hotspurs besok.
"Manchester United selalu harus membayar. Kami harus membayar semua pemain dengan harga yang ditetapkan dan apa yang ditawarkan oleh Real Madrid?" kata dia dalam jumpa pers Jumat (7/8/2015).
"Kami meminta bayaran sejumlah uang dan mereka harus membayar uang tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir MU harus membayar sangat banyak dan kami tak pernah menerima uang dari para pemain kami," lanjut dia.
"Saya adalah korban, para pemain juga menjadi korban, klub juga berkorban, dan itulah alasan mengapa di masa transfer ini semuanya harus berubah," tegas Van Gaal.
"Dia adalah penjaga gawang terbaik yang kami miliki di tiga tahun terakhir," tutup Van Gaal. (Goal.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan