Bola / Liga Inggris
Sabtu, 08 Agustus 2015 | 09:13 WIB
Penjaga Gawang MU David De Gea (20/5) [Reuters/Jason Cairnduff]

Suara.com - Manajer Manchester United, Louis van Gaal, mengatakan klubnya harus menjadi korban akibat hubungan terlarang antara Real Madrid dengan penjaga gawangnya, David de Gea. Pelatih Belanda itu menuding Madrid menilai De Gea terlalu murah.

De Gea, yang dibeli MU dari Atletico Madrid pada 2011 dengan harga 17,8 juta pound sterling (sekitar Rp372,8 miliar), sebelumnya sudah menegaskan dirinya kepincut dengan rayuan Madrid dan sudah enggan bermain di Old Trafford.

Akan tetapi Van Gaal menegaskan bahwa bahw MU ia hanya akan melepaskan penjaga gawang berusia 24 tahun itu dengan harga yang pantas. Meski urung melepas De Gea, Van Gaal juga belum mengizinkan penjaga gawang asal Spanyol bermain di laga pertama Liga Primer musim ini melawan Tottenham Hotspurs besok.

"Manchester United selalu harus membayar. Kami harus membayar semua pemain dengan harga yang ditetapkan dan apa yang ditawarkan oleh Real Madrid?" kata dia dalam jumpa pers Jumat (7/8/2015).

"Kami meminta bayaran sejumlah uang dan mereka harus membayar uang tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir MU harus membayar sangat banyak dan kami tak pernah menerima uang dari para pemain kami," lanjut dia.

"Saya adalah korban, para pemain juga menjadi korban, klub juga berkorban, dan itulah alasan mengapa di masa transfer ini semuanya harus berubah," tegas Van Gaal.

"Dia adalah penjaga gawang terbaik yang kami miliki di tiga tahun terakhir," tutup Van Gaal. (Goal.com)

Load More