Suara.com - Juara Asia Guangzhou Evergrande memecahkan rekor transfer Cina pada Rabu ketika mereka mengumumkan kesepakatan untuk mengamankan jasa penyerang Atletico Madrid yang berasal dari Kolombia Jackson Martinez dengan nilai 42 juta euro.
Martinez (29) merupakan pemain yang bermarkas di Eropa terkini yang pindah ke Liga Super Cina, dan disebut sebagai "pemburu gol" dan rubah di kotak penalti" dalam pernyataan berbahasa Mandarin di situs resmi klub.
Pembelian ini memecahkan rekor transfer Cina yang lama yang bernilai 28 juta euro, yang dibayarkan oleh Jiangsu Suning untuk mendatangkan gelandang asal Brazil Ramires dari Chelsea.
Hal ini mendongkrak total pengeluaran Liga Super Cina pada bursa transfer saat ini menjadi 203,9 juta euro, menurut situs transfer market yang melacak kesepakatan-kesepakatan komersial di olahraga, berada di peringkat kedua di bawah Liga Utama Inggris.
Atletico membeli Martinez pada tahun lalu dari FC Porto di mana ia memiliki rekor impresif yakni 92 gol dari 133 pertandingan, namun ia kesulitan untuk mengulangi ketajamannya di Spanyol, di mana ia hanya membukukan dua gol dari 15 penampilan di Liga Spanyol.
Para pengusaha Cina telah berinvestasi dalam jumlah besar di sepak bola sejak Presiden Xi Jinping, yang merupakan penggemar olahraga ini, mendeklarasikan bahwa menjadi tuan rumah, lolos, dan menjuarai Piala Dunia merupakan tujuan-tujuan nasional.
Di masa lalu, rekrutan-rekrutan profil tinggi yang dilakukan klub-klub Cina adalah bintang-bintang tua pada usia 30 tahunan yang mendekati masa pensiunnya.
Namun pada bursa transfer kali ini banyak pemain bintang yang didatangkan pada usia akhir 20 tahunan mereka.
Timbul pertanyaan-pertanyaan mengenai apakah mereka telah melewati masa jayanya, namun David Hornby, direktur bisnis olahraga grup manajemen merk Mailman di Shanghai, berkata, "Mereka bukanlah orang-orang yang berada di ujung karirnya dan hanya mengincar bayaran besar semata." Permainan catur Pada 2015 komite politik kuat yang dikepalai oleh Xi merilis 50 butir rencana untuk mewujudkan ambisinya, termasuk melakukan pembibitan terhadap ribuan sekolah sepak bola dan membuat pertandingan wajib bagi sejumlah siswa sekolah dasar dan sekolah menengah.
Sejak itu para investor menyalurkan lebih banyak uang ke sepak bola "sebagai upaya agar disukai pemerintah," kata Tom Elsden, manajer strategi olahraga di Mailman.
"Hal ini sangat menstimulasi pertumbuhan sepak bola. Ini benar-benar merupakan mandat pemerintah yang mendorongnya." Mempertimbangkan dua level tertinggi sepak bola, klub-klub Cina sejauh ini telah menghabiskan 252,7 juta euro pada bursa transfer saat ini -- yang berlangsung sampai 26 Februari di Cina -- sedangkan klub-klub Inggris menghabiskan 295,1 juta euro sebelum bursa transfer Eropa ditutup pada Senin, menurut transfermarkt.
Strata kedua kompetisi Cina League One memiliki peringkat di atas Liga Jerman, Liga Spanyol, dan Liga Prancis untuk urusan belanja pemain.
Pada Weibo, situs media sosial seperti Twitter yang populer di Cina, banyak pihak mengkritik biaya tinggi untuk mendatangkan Martinez. Namun komentar paling populer datang dari para penggemar yang membela langkah Evergrande.
"Melihat sejumlah orang yang mengatakan hal itu tidak sepadan, saya pikir itu berlebihan," tulis seorang pengguna. "Saya heran apakah orang-orang itu menonton sepak bola? Anda semua tidak senang dengan Martinez? Para penggemar sepak bola Tiongkok sekarang menuntut benar-benar tinggi." Orang lain menulis bahwa para miliarder Cina "bermain catur raksasa" dengan investasi-investasi sepak bola mereka.
Klub Guangzhou, yang mayoritas dimiliki oleh perusahaan pengembang properti Evergrande dan raksasa internet Alibaba, menjual penyerang Brazil Elkeson ke rival domestik Shanghai SIPG pada bulan lalu.
Namun Martinez akan bergabung dengan pemain internasional Brazil Paulinho di tim itu, yang memenangi mahkota domestik untuk kelima kalinya secara beruntun pada Oktober.
Sebulan kemudian mereka memenangi gelar Liga Champions AFC keduanya dalam tiga tahun. (Antara/AFP)
Berita Terkait
-
Hasil Liga Champions: Laga Dramatis, Atletico Madrid Jungkalkan Inter Milan
-
Prediksi Atletico Madrid vs Inter Milan pada Ajang Liga Champions, Duel Panas di Metropolitano
-
Conor Gallagher Tegaskan Bahagia di Atletico Madrid, Manchester United Gigit Jari
-
Cuma Jadi Ban Serep di MU, Kobbie Mainoo Diincar Trio Raksasa Spanyol
-
Sikat Real Betis, Atletico Madrid Naik ke Peringkat 4 Klasemen Sementara
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
Terkini
-
Timnas Indonesia Masih Cari Pelatih, Jordi Cruyff Bakal Boyong Jesus Casas?
-
Jay Idzes Cs Dihajar Como! Fabio Grosso Meledak, Kurang Kotor, Kurang Tajam
-
Allano Lima Ungkap Kunci Kemenangan Persija Atas PSIM, The Power of Jakmania
-
Rapor Jay Idzes Usai Sassuolo Tumbang di Markas Como, Kurang Meyakinkan dan Rapuh
-
Here We Go! Kobbie Mainoo Lanjutkan Gelombang Pemain Manchester United ke Napoli
-
Dikritik Habis-habisan, Pep Guardiola: Kalian Lupa, Saya Jenius!
-
Suporter PSIM Nekat Masuk SUGBK, Van Gastel Berharap Aturan Awayday Bisa Dicabut
-
Jay Idzes Berjuang Mati-matian, Tapi Como Terlalu Kuat untuk Sassuolo
-
Indra Sjafri Wajib Resah Lihat Statistik Penyerang Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
-
Jelang Duel vs West Ham, Slot Akui Mental Liverpool Drop