Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga menyerahkan sepenuhnya sepakbola di Indonesia kepada PSSI. Hal ini menyusul sudah dicabutnya sanksi pembekuan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan diikuti sanksi dari FIFA juga telah ditarik.
"Sanksi yang diberikan FIFA kepada Indonesia sudah dicabut, tentu saja ini menjadi kelegaan kita bersama setelah sebelumnya Pak Menpora, 10 Mei yang lalu sudah mencabut pembekuan terhadap PSSI," ujar Juru Bicara Kemenpora Gatot Dewabroto usai diskusi bertajuk 'PSSI Main Bola Lagi' di foodtopia, Jalan Abdullah Syafi'i, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2016).
Gatot menjelaskan kenapa pihaknya menyerahkan sepenuhnya sepakbola Indonesia di ke PSSI karena saat Menpora mencabut izin pembekuan tersebut tidak disertai poin maupun persyaratan yang harus dilakukan mereka.
"Karena pada saat penbekuan itu dicabut oleh Pak Menpora itu kan nggak ada persyaratan yang dilakukan. Tetapi tentu saja kita berharap PSSI bisa menjaga amanah atau marwah," jelas Gatot.
Lebih jauh dikatakan Gatot, saat ini tidak lagi ada perselisihan antara Kemenpora dengan PSSI. Bentuk kerukunan ini diperlihatkan setelah ia dan Direktur hukum PSSI, Aristo Pangaribuan melakukan jumpa pers bersama setelah keduanya menjadi acara diskusi.
"Saya berbisik-bisik dengna Mas Aristo, 'mas Aristo kita tahan dulu, untuk kita jumpa per untuk tunjukkan ya kita sudah rukun bersama, kita sampaikan berdua'. Ini adalah bentuk rekonsiliasi kami dengan PSSI," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026
-
Jaga Marwah Kota Santri, DPRD Cianjur Desak Aturan Tegas Sanksi ASN Terafiliasi LGBT