Bola / Liga Inggris
Rabu, 06 Mei 2026 | 13:08 WIB
Arne Slot (IG Arne Slot)
Baca 10 detik
  • John Henry menegaskan FSG menolak hasil medioker meski Liverpool mencatat 18 kekalahan musim ini.

  • Pemecatan manajer Red Sox menjadi peringatan keras bagi Arne Slot untuk menjaga standar prestasi.

  • Henry berkomitmen merespons kritik suporter dengan kerja keras demi mengembalikan kejayaan klub milik FSG.

Suara.com - Pemilik utama Liverpool John Henry mengirimkan sinyal peringatan keras bahwa Fenway Sports Group (FSG) tidak akan memberikan toleransi terhadap pencapaian yang biasa-biasa saja.

Kegagalan dua aset olahraga terbesarnya dalam mencapai performa puncak memicu reaksi tegas dari pengusaha asal Amerika Serikat tersebut.

Henry menekankan bahwa ambisi besar tetap menjadi fondasi utama meskipun tim asuhan Arne Slot saat ini sedang berjuang keluar dari tren negatif.

Ditahan Imbang Sunderland 1-1, Arne Slot Bilang Liverpool Kembali ke Setelan Pabrik [Tangkap layar X]

Musim ini Liverpool tercatat sudah menelan 18 kekalahan yang menjadi rapor terburuk klub dalam satu dekade terakhir.

Jumlah hasil minor tersebut menyamai rekor kelam pada musim 2014-2015 saat klub masih berada di bawah kendali Brendan Rodgers.

Target minimal bagi Arne Slot kini hanyalah mengamankan tiket Liga Champions setelah musim lalu berhasil mengangkat trofi Liga Inggris.

Arne Slot Dipecat, Giovanni van Bronckhorst Latih Timnas Indonesia? [Instagram]

Ketegasan Henry sudah terbukti lewat keputusannya mendepak manajer Boston Red Sox Alex Cora yang telah lama mengabdi di sana.

Pemecatan tersebut dipicu oleh keterpurukan Red Sox yang hanya mampu meraih 10 kemenangan dari 27 laga awal musim.

Henry menyampaikan pandangannya melalui korespondensi elektronik resmi kepada Sports Business Journal untuk merespons situasi internal tim.

Baca Juga: Hajar Liverpool, Manchester United Perpanjang Rekor Gila di Old Trafford Sejak 1984

Dia mengingatkan jajaran petinggi Anfield bahwa penurunan performa musim ini tidak boleh menjadi kebiasaan yang terus berulang.

"Para penggemar merasa frustrasi. Sox tampak mengerikan selama 25 pertandingan pertama [mereka]," tulis Henry dalam pernyataannya.

Henry kemudian mengenang kembali momen protes suporter saat timnya menghadapi rival abadi di Liga Inggris beberapa waktu lalu.

"Saya ingat sebuah pesawat terbang di atas kepala saat kami mengalahkan Manchester United 7-0 [itu sebenarnya terjadi sebelum pertandingan lebih dari dua tahun lalu] yang bertuliskan 'FSG OUT!'," ungkapnya.

Baginya aspirasi dan kemarahan pendukung adalah bahan bakar untuk bekerja jauh lebih keras daripada sebelumnya.

"Itu tidak berarti Anda mengabaikan mereka, itu berarti Anda bekerja lebih keras -- Anda tidak puas dengan mediokritas. Anda harus menang," tegas Henry.

Load More