-
John Henry menegaskan FSG menolak hasil medioker meski Liverpool mencatat 18 kekalahan musim ini.
-
Pemecatan manajer Red Sox menjadi peringatan keras bagi Arne Slot untuk menjaga standar prestasi.
-
Henry berkomitmen merespons kritik suporter dengan kerja keras demi mengembalikan kejayaan klub milik FSG.
Suara.com - Pemilik utama Liverpool John Henry mengirimkan sinyal peringatan keras bahwa Fenway Sports Group (FSG) tidak akan memberikan toleransi terhadap pencapaian yang biasa-biasa saja.
Kegagalan dua aset olahraga terbesarnya dalam mencapai performa puncak memicu reaksi tegas dari pengusaha asal Amerika Serikat tersebut.
Henry menekankan bahwa ambisi besar tetap menjadi fondasi utama meskipun tim asuhan Arne Slot saat ini sedang berjuang keluar dari tren negatif.
Musim ini Liverpool tercatat sudah menelan 18 kekalahan yang menjadi rapor terburuk klub dalam satu dekade terakhir.
Jumlah hasil minor tersebut menyamai rekor kelam pada musim 2014-2015 saat klub masih berada di bawah kendali Brendan Rodgers.
Target minimal bagi Arne Slot kini hanyalah mengamankan tiket Liga Champions setelah musim lalu berhasil mengangkat trofi Liga Inggris.
Ketegasan Henry sudah terbukti lewat keputusannya mendepak manajer Boston Red Sox Alex Cora yang telah lama mengabdi di sana.
Pemecatan tersebut dipicu oleh keterpurukan Red Sox yang hanya mampu meraih 10 kemenangan dari 27 laga awal musim.
Henry menyampaikan pandangannya melalui korespondensi elektronik resmi kepada Sports Business Journal untuk merespons situasi internal tim.
Baca Juga: Hajar Liverpool, Manchester United Perpanjang Rekor Gila di Old Trafford Sejak 1984
Dia mengingatkan jajaran petinggi Anfield bahwa penurunan performa musim ini tidak boleh menjadi kebiasaan yang terus berulang.
"Para penggemar merasa frustrasi. Sox tampak mengerikan selama 25 pertandingan pertama [mereka]," tulis Henry dalam pernyataannya.
Henry kemudian mengenang kembali momen protes suporter saat timnya menghadapi rival abadi di Liga Inggris beberapa waktu lalu.
"Saya ingat sebuah pesawat terbang di atas kepala saat kami mengalahkan Manchester United 7-0 [itu sebenarnya terjadi sebelum pertandingan lebih dari dua tahun lalu] yang bertuliskan 'FSG OUT!'," ungkapnya.
Baginya aspirasi dan kemarahan pendukung adalah bahan bakar untuk bekerja jauh lebih keras daripada sebelumnya.
"Itu tidak berarti Anda mengabaikan mereka, itu berarti Anda bekerja lebih keras -- Anda tidak puas dengan mediokritas. Anda harus menang," tegas Henry.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta