Suara.com - Petinggi Bosowa Coorporation Erwin Aksa mendapatkan dukungan untuk ikut bertarung dalam pemilihan ketua umum PSSI pada kongres luar biasa di Makassar, Sulawesi Selatan, 17 Oktober 2016.
Dukungan itu salah satunya datang dari mantan kapten PSM yang kini menjabat Direktur Klub PSM Makassar, Sumirlan.
"Saya pribadi (bukan atas nama Direktur Klub PSM) mendorong Erwin Aksa untuk bersaing di kongres nanti. Saya sebagai mantan kapten PSM percaya jika Erwin memiliki kemampuan untuk mengembalikan kejayaan persepakbolaan nasional," jelas Sumirlan di Makassar, Kamis (11/8/2016).
Mengenai status dirinya yang tidak mengatas-namakan dari manajemen PSM, kata dia, dikarenakan status klub asal Makassar itu memang belum menentukan keputusan apa pun terkait pemilihan Ketua Umum PSSI yang akan datang.
Artinya segala sesuatunya masih akan didiskusikan dengan para direksi sebelum menentukan siapa yang akan didukung pada saat pemilihan nanti.
Ia menjelaskan, keputusan dirinya mendorong Erwin Aksa dikarenakan pengalamannya dalam memimpin klub sepakbola yakni PSM Makassar pada beberapa tahun lalu.
"Pak Erwin juga punya komitmen yang begitu besar terhadap kemajuan sepak bola di Indonesia. Itu bisa kita lihat ketika begitu fokus dalam menangani PSM di era sebelumnya," kata dia.
Untuk saat ini, memang sudah ada beberapa nama yang tengah mencuat untuk ikut dalam pmilihan ketua PSSI periode yang akan datang. Di antaranya adalah Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi, Jenderal (Purn) Moeldoko, serta Direktur Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono.
"Erwin Aksa juga tidak terlalu sibuk, sehingga bisa lebih fokus dalam mengurus organisasi (PSSI). Saya kira jika terpilih, maka prestasi persepakbolaan nasional akan kembali bergaung," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Makassar, akhirnya mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah kongres biasa Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 17 Oktober 2016.
Sumirlan mengaku telah mendapatkan surat keputusan (SK) terkait penunjukan Makassar sebagai lokasi pelaksanaan kongres dari pihak PSSI Pusat.
Penunjukan Makassar sebagai tuan rumah sesuai SK bernomor 506/AGB/91/VII/-2016 yang ditandatangani langsung Sekretaris Jenderal PSSI Arwan Karim. SK ini menindak lanjuti undangan kongres PSSI dengan nomor 478/AGB/73/VII-2016 tertanggal 5 Agustus 2016.
"Kami tentunya bersyukur dengan penunjukan ini. Apalagi kita sejak awal memang sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah kongres PSSI 2016," katanya. [Antara]
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan