Suara.com - Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2016 menahan imbang tuan rumah Myanmar 0-0 pada pertandingan uji coba di Stadion Thuwanna, Yangon, Jumat meski Boaz Solossa dan kawan-kawan sebenarnya banyak peluang mencetak gol.
Dengan hasil ini, anak asuh Alfred Riedl ini masih dalam tren positif karena dalam tiga pertandingan uji coba belum mengalami kekalahan.
Ujicoba setelah Indonesia terbebas dari sanksi FIFA adalah menang 3-0 atas Malaysia dan menahan Vietnam 2-2.
Bermain di kandang lawan, Evan Dimas dan kawan-kawan berdasarkan siaran langsung dari salah satu televisi nasional sebenarnya cukup dominan terutama di babak pertama. Beberapa peluang untuk memecah kebuntuan dapat diraih diantaranya lewat Boaz Solossa dan Lerby Eliandry.
Peluang terbaik didapat Boaz pada menit 31. Tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Myanmar, Kyaw Zin Phyo, pemain Persipura itu gagal memaksimalkan peluang yang ada. Begitu juga dengan tuan rumah Myanmar, Aung Thu dan kawan-kawan juga memberikan perlawanan yang tidak kalah gesit.
Myanmar sebenarnya mendapatkan peluang lewat Aung Thu. Hanya saja peluang yang ada juga belum bisa dimaksimalkan pemain muda itu. Jual beli serangan memang terus terjadi. Namun, hingga babak pertama usai kedudukan masih sama kuat yaitu 0-0.
Memasuki babak kedua, tuan rumah langsung menekan. Hasilnya permainan semakin ketat bahkan pemain timnas Indonesia harus bermain keras. Seperti yang dilakukan Beny Wahyudi yang berdampak kartu kuning dari sang wasit W. Sassadee. Anak asuh G. Zeise diawal babak kedua ini memang berbeda.
Meski terus mendapatkan tekanan, Timnas Garuda berusaha tidak patah semangat. Fachruddin dan Yanto Basna harus jatuh menghalau tekanan lawan. Aung Thun dan kawan-kawan tidak henti-hentinya memberikan shock terapi pada anak asuh Alfred Riedl.
Demi meningkatkan performa, Alfred Rield mengganti Lerby dengan Ferdinand Sinaga dan Zulham dengan Risky Pora. Hasilnya serangan ke pertahankan Myanmar lebih variatif. Begitu juga dengan masuknya Dedi Kusnandar menggantikan Bayu Pradana yang membuat tekanan lebih keras.
Hasilnya timnas hampir saja memecah kebuntuan jika tendangan keras Ferdinand Sinaga dari umpan matang Boaz Solossa tidak dibelokkan pemain belakang Myanmar. Tendangan Ferdinand ini bisa dikatakan satu-satunya yang mengancam gawang lawan.
Terus menekan, membuat pertahanan timnas Indonesia sedikit goyah. Masuknya tenaga baru di pihak Myanmar membuat serangan lebih mengarah ke gawang Andritany Ardiyasa. Seperti yang terjadi pada menit 81 lewat Mg Mg Lwin. Beruntung penjaga gawang Persija itu cukup sigap mengamankan gawangnya.
Pertandingan ujicoba ini terdapat tambahan waktu yang cukup panjang yaitu enam menit. Kondisi ini membuat kedua tim sama-sama meningkatkan tempo permainan.
n Khusus untuk tuan rumah, peluang terakhir adalah saat mendapatkan tendangan bebas diluar kotak pinalti. Hanya saja tendangan melambung diatas mistar gawang Indonesia. Kondisi tersebut membuat hasil akhir adalah sama kuat 0-0.
Setelah menghadapi Myanmar, timnas Garuda akan menjalani pertandingan ujicoba satu kali lagi yaitu melawan tuan rumah Vietnam, 8 November. Setelah itu timnas kembali ke Tanah Air dan bersiap menghadapi Piala AFF 2016 Grup B bersama tuan rumah Filipina, Singapura dan Thailand.
Susunan Pemain:
Myanmar : Kyaw Zin Phyo (pg), David Htan, Zaw Min Tun, Nanda Kyaw, Yan Naing Oo/Suan Lam Nang, Yan Aung Kyaw (C), Phyo Ko Ko Thein, Kaung Sat Naing/Myo Ko Tun, Win Naing Soei, Aung Thu, Ye Ko Oo.
Indonesia : Andritany Ardhiyasa (pg), Benny Wahyudi/Manahati, Yanto Basna, Fachruddin, Abduh Lestaluhu, Bayu Gatra/Septian, Evan Dimas, Bayu Pradana/Dedi Kusnandar, Zulham Zamrun/Risky Pora, Boaz Solossa (C), Lerby Eliandry/Ferdinand Sinaga.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
-
John Herdman Dibuat Kecewa Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?
-
Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026
-
HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian
-
Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi
-
Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS
-
Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia
-
IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000
-
Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi
-
Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran