Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:16 WIB
Gagal dinaturalisasi karena terhalang aturan generasi keempat FIFA, Mauresmo Hinoke kini tampil menggila bersama TOP Oss di Liga Belanda. Simak kisahnya! [Dok. Instagram/@toposs]
Baca 10 detik
  • Proses naturalisasi Mauresmo Hinoke untuk Timnas Indonesia batal dilanjutkan karena darah keturunannya berasal dari generasi keempat (buyut), yang melanggar aturan FIFA.
  • Meski gagal dinaturalisasi, Hinoke pernah mencetak gol untuk Timnas Indonesia U-20 saat menghadapi Jepang di turnamen non-resmi FIFA, Toulon Cup 2024.
  • Saat ini, Hinoke tampil bersinar bersama TOP Oss di Eerste Divisie musim 2025/2026 dengan catatan 26 penampilan, 4 gol, dan 1 assist.

Suara.com - Karier pemain keturunan Indonesia, Mauresmo Hinoke, kini terpantau semakin bersinar terang bersama klubnya di kompetisi kasta kedua Liga Belanda atau Eerste Divisie.

Walaupun namanya sempat santer dikabarkan bakal menjadi amunisi baru Timnas Indonesia, proses naturalisasinya terpaksa harus dihentikan di tengah jalan.

Pemain sayap kiri yang kini memperkuat TOP Oss tersebut terbentur regulasi ketat FIFA terkait batas maksimal garis keturunan seorang pemain.

Berdasarkan aturan yang berlaku, seorang pemain hanya diperbolehkan menjalani proses naturalisasi jika memiliki garis keturunan langsung maksimal hingga generasi ketiga, yakni kakek atau nenek.

Sayangnya, darah Indonesia yang mengalir di tubuh Mauresmo Hinoke diketahui berasal dari generasi keempat atau keturunan dari sang buyut.

Meski gagal mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI), penyerang kelahiran Breda, 26 Februari 2005 ini pernah merasakan momen magis berseragam Merah Putih.

Hinoke sempat dibawa oleh pelatih Indra Sjafri untuk membela Timnas Indonesia U-20 dalam ajang bergengsi Toulon Cup 2024 di Prancis.

Kala itu, ia bisa diturunkan bermain karena turnamen usia muda tersebut tidak masuk ke dalam kalender resmi FIFA.

Bahkan, Hinoke sukses mencuri perhatian publik lewat sumbangan satu gol indahnya saat skuad Garuda Nusantara berhadapan dengan Jepang.

Baca Juga: Rincian Sanksi AFC Ke PSSI Akibat Pelanggaran Prosedur Pertandingan Melawan Timnas Mali

Kini, setelah mimpinya membela Timnas Indonesia pupus, Hinoke justru tampil on fire dan menjadi andalan di lini serang TOP Oss pada musim 2025/2026.

Sejauh musim ini berjalan, pemain berusia 21 tahun itu telah mencatatkan total 26 penampilan di semua kompetisi bersama klubnya.

Dari puluhan laga tersebut, Hinoke sukses menyarangkan empat gol serta memberikan satu assist penting bagi rekan setimnya.

Salah satu momen paling epik terjadi pada akhir tahun 2025 lalu ketika ia menjadi pahlawan kemenangan TOP Oss atas FC Eindhoven.

Dalam laga yang berakhir dramatis dengan skor 4-3 tersebut, Hinoke yang masuk dari bangku cadangan berhasil mencetak gol penentu di masa injury time.

“Kami terus percaya hingga akhir,” ungkap Hinoke mengomentari semangat pantang menyerah timnya, seperti dikutip dari DTV Niuews.

Ia juga menyebut bahwa keputusannya masuk sebagai pemain pengganti merupakan bagian dari strategi pelatih untuk mengubah jalannya pertandingan di 30 menit terakhir.

Performa impresif ini seolah menjadi ajang pembuktian kualitas Hinoke di tengah kerasnya persaingan kompetisi sepak bola Eropa.

Dengan kontrak profesional yang masih mengikatnya hingga pertengahan tahun 2027, masa depan karier Mauresmo Hinoke di Belanda diprediksi bakal terus meroket.

Load More