Suara.com - Pelatih kepala PSM Makassar Robert Rene Alberts mempertanyakan ketegasan operator kompetisi untuk memberikan sanksi terhadap pelanggaran yang mencederai dua pemain PSM sehingga mereka tidak dapat memperkuat tim Juku Eja di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.
Robert Rene Alberts mengatakan seharusnya pemain yang melakukan pelanggaran keras harus mendapatkan sanksi yang tegas agar memberikan efek jera dan tidak melakukan lagi pada pertandingan kedepan.
"Saya akan terus membicarakan ini (soal sanksi) setelah ada pemain lawan yang melakukan tindakan brutal namun tidak mendapatkan sanksi apa-apa terhadap pemain yang bersangkutan," kata Alberts di Makassar, Selasa (8/11/2016).
Ia menjelaskan, pihak terkait bisa melihat kembali rekaman pertandingan karena terjadinya tekel keras terhadap pemainnya yakni Luiz Ricardo (saat menghadapi Perseru Serui) dan Ronald ketika menghadapi tuan rumah Persiba Balikpapan kebetulan disiarkan secara langsung.
Dari rekaman itu bisa dipelajari dan kemudian menjadi bahan rapat pihak terkait untuk kemudian bisa menjatuhkan sanksi bagi pemain yang telah melakukan tindakan brutal sehingga membuat dua pemainnya mengalami cedera serius.
"Saya akan bicara dan bicara lagi tentang kondisi yang kami alami. Saya sebelumnya sempat bicara keras dan ternyata harus mendapatkan sanksi tidak dapat mendampingi tim dua pertandingan,"ujarnya.
Asisten Fisioterapis PSM Makassar Wahyu mengatakan Ronald diduga mengalami retak tulang pada bagian engkel kaki yang artinya akan butuh waktu lebih panjang untuk proses pemulihan.
Namun begitu, dirinya juga belum bisa memastikan karena masih akan menunggu keluarnya hasil Magnitic Resonance Imaging (MRI). (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Persib Bandung Sampaikan Update Kondisi Pemain usai Diduga Diserang Oknum Suporter
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Kejutan Survei SMRC: Jika Pilpres Digelar Sekarang, Prabowo Tidak Akan Terpilih Lagi
-
Plt Bupati Sukoharjo Jalani Pemeriksaan KPK, Penyidikan Kasus Etik Suryani Bergulir