Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:45 WIB
Gelandang Adhyaksa FC, Dedi Hartono berselebrasi usai mencetak gol melawan Persiku Kudus di Stadion Sriwedari, Solo Kamis (19/9/2024). [Dok Adhyaksa FC]
Baca 10 detik
  • Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, meninjau Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya untuk menjajaki penggunaan markas Super League 2026/2027.
  • Kunjungan tersebut menindaklanjuti rencana kolaborasi pengembangan sepak bola antara Adhyaksa FC dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak dua tahun lalu.
  • Adhyaksa FC berkomitmen membina talenta muda lokal melalui Elite Pro Academy guna mendorong prestasi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Suara.com - Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, melakukan kunjungan ke Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, guna meninjau kemungkinan penggunaan stadion tersebut sebagai markas klub pada ajang Super League 2026/2027.

Menurut Eko, kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak dua tahun lalu terkait rencana kolaborasi dalam pengembangan sepak bola daerah.

"Kami datang ke Palangka Raya menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah," kata Eko.

Calon Exco PSSI, Eko Setyawan, siap mengakomodir saran dan masukan klub, Asprov, sampai Asosiasi Anggota Federasi yang lain. (Ist)

Ia menilai keberhasilan Adhyaksa FC promosi ke Super League menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan kerja sama tersebut.

Salah satu fokusnya adalah membuka jalan bagi talenta muda Kalimantan Tengah agar dapat berkembang menjadi pemain profesional hingga berpeluang memperkuat Timnas Indonesia.

"Sekarang Adhyaksa FC sudah berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan," tutur Eko.

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa Adhyaksa FC tidak hanya berorientasi pada prestasi tim senior di kasta tertinggi sepak bola nasional. Klub juga membawa program pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy yang mencakup kelompok usia U-16, U-18, dan U-20.

Sebagai anggota Exco PSSI, Eko menegaskan bahwa pemain-pemain muda asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas dalam program pembinaan tersebut sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan tampil di level kompetisi nasional.

Ia menambahkan, Adhyaksa FC dibangun dengan sistem manajemen profesional dan memiliki rekam jejak yang kuat setelah menapaki perjalanan dari level amatir hingga berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam kurun waktu sekitar empat tahun.

Baca Juga: Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Mario Lemos untuk Super League 2026/2027

"Kami datang dengan manajemen profesional. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1," tutur Eko.

Adhyaksa FC juga berharap rencana kerja sama ini mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, mulai dari pemerintah daerah, insan sepak bola, kelompok suporter, hingga masyarakat umum.

"Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah," kata dia.

Manajemen Adhyaksa FC menargetkan sepak bola dapat menjadi ruang hiburan yang ramah bagi keluarga sekaligus menjadi sarana wisata olahraga dan ajang mempererat silaturahmi masyarakat di stadion.

"Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat," ujar Eko.

Ia meyakini kehadiran klub profesional tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan pemain usia muda, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui aktivitas olahraga yang berkembang.

(Antara)

Load More