- Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, meninjau Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya untuk menjajaki penggunaan markas Super League 2026/2027.
- Kunjungan tersebut menindaklanjuti rencana kolaborasi pengembangan sepak bola antara Adhyaksa FC dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak dua tahun lalu.
- Adhyaksa FC berkomitmen membina talenta muda lokal melalui Elite Pro Academy guna mendorong prestasi nasional dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Suara.com - Presiden Adhyaksa FC, Eko Setyawan, melakukan kunjungan ke Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, guna meninjau kemungkinan penggunaan stadion tersebut sebagai markas klub pada ajang Super League 2026/2027.
Menurut Eko, kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sejak dua tahun lalu terkait rencana kolaborasi dalam pengembangan sepak bola daerah.
"Kami datang ke Palangka Raya menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah," kata Eko.
Ia menilai keberhasilan Adhyaksa FC promosi ke Super League menjadi momentum yang tepat untuk merealisasikan kerja sama tersebut.
Salah satu fokusnya adalah membuka jalan bagi talenta muda Kalimantan Tengah agar dapat berkembang menjadi pemain profesional hingga berpeluang memperkuat Timnas Indonesia.
"Sekarang Adhyaksa FC sudah berada di level Super League. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan melahirkan pemain-pemain berkualitas untuk masa depan," tutur Eko.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa Adhyaksa FC tidak hanya berorientasi pada prestasi tim senior di kasta tertinggi sepak bola nasional. Klub juga membawa program pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy yang mencakup kelompok usia U-16, U-18, dan U-20.
Sebagai anggota Exco PSSI, Eko menegaskan bahwa pemain-pemain muda asli Kalimantan Tengah akan menjadi prioritas dalam program pembinaan tersebut sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang dan tampil di level kompetisi nasional.
Ia menambahkan, Adhyaksa FC dibangun dengan sistem manajemen profesional dan memiliki rekam jejak yang kuat setelah menapaki perjalanan dari level amatir hingga berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam kurun waktu sekitar empat tahun.
Baca Juga: Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Mario Lemos untuk Super League 2026/2027
"Kami datang dengan manajemen profesional. Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1," tutur Eko.
Adhyaksa FC juga berharap rencana kerja sama ini mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, mulai dari pemerintah daerah, insan sepak bola, kelompok suporter, hingga masyarakat umum.
"Kami berharap perjuangan membangun sepak bola Kalimantan Tengah bisa mendapat dukungan dari semua pihak. Ini bukan hanya tentang sebuah klub, tetapi tentang masa depan sepak bola daerah," kata dia.
Manajemen Adhyaksa FC menargetkan sepak bola dapat menjadi ruang hiburan yang ramah bagi keluarga sekaligus menjadi sarana wisata olahraga dan ajang mempererat silaturahmi masyarakat di stadion.
"Sepak bola harus menjadi milik semua masyarakat," ujar Eko.
Ia meyakini kehadiran klub profesional tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembinaan pemain usia muda, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui aktivitas olahraga yang berkembang.
(Antara)
Berita Terkait
-
Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Mario Lemos untuk Super League 2026/2027
-
Daftar 18 Kandang Tim Super League 2026/2027, Persija Pakai Dua Stadion Ini
-
Borneo FC Cuci Gudang Lepas 15 Pemain, Kapan Mariano Peralta Diperkenalkan Persija?
-
Tinggalkan 'Parkir Bus', Shin Tae-yong Ingin Persija Jakarta Tampil Ofensif di Super League
-
5 Dampak Kedatangan Shin Tae-yong di Persija bagi Persaingan Super League
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik