Suara.com - Manajemen Borneo FC akhirnya memutus kontrak pelatih Dragan Djukanovic memasuki pekan ke-14 kompetisi Liga 1 2017. Keputusan itu diambil menyusul hasil kurang memuaskan yang dicapai tim berjuluk "Pesut Etam" di urutan klasemen.
Direktur Utama Nasuham Pratama yang membawahi Borneo FC, Syadli Awad mengatakan bahwa pemutusan kontrak pelatih asal Montenegro tersebut telah dilakukan pada Kamis (13/7/2017).
Sebagai gantinya, lanjut Syadli, manajemen menunjuk Ricky Nelson untuk mendampingi Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, melanjutkan sisa kompetisi.
"Kami telah memutus kontrak Dragan sebagai pelatih kepala, dan kemudian tim bakal dipegang 'caretaker' dan kami telah menunjuk Ricky Nelsson mengisi posisi tersebut, dia juga sudah sepakat," kata Nasuham Pratama di Samarinda.
Sampai 13 pekan menahkodai Borneo FC, Dragan Djukanovic mencatatkan enam kemenangan, dua hasil imbang dan enam kali kalah. Tim kebanggaan masyarakat Samarinda itu mengemas 21 gol dan kemasukkan 18 gol.
Meski mampu meraih 2 poin memetik skor imbang saat bertanding di Bogor dan Bandung, enam laga lainnya harus diakhiri dengan kekalahan.
"Keputusan ini sudah resmi dari tadi malam dan sejak lawan Persija Jakarta nanti, Ricky Nelson yang dipercaya untuk dampingi tim," kata Awad.
Figur Ricky Nelson sebenarnya bukan orang asing di Borneo FC. Pada awal musim lalu, saat ditunjuk membesut Borneo FC II, ia mampu menembus partai final Piala Presiden 2017.
Pelatih Kepala Borneo FC Dragan Djukanovic memang sudah tidak terlihat pada sesi latihan yang digelar Kamis (13/7) malam, dalam persiapan laga melawan Persija Jakarta.
Menurut penuturan sejumlah pemain "Pesut Etam", sebenarnya Dragan hadir di Stadion Segiri, Samarinda, lebih awal sebelum latihan. Saat itu, Dragan yang mengenakan kaos polo biru, mendatangi satu per satu pemain Borneo FC.
Dragan sempat menyalami dan memeluk erat pemain, seolah berpamitan dengan klub kebanggaan Kota Tepian itu.
Pemain Borneo FC Wahyudi Hamisi mengaku kaget Dragan berpamitan dengan para pemain. Namun ia berharap Dragan sukses melanjutkan karir sebagai pelatih.
"Saya juga kaget dengar kabar itu. Ya kita tetap latihan seperti biasa. Semoga ini yang terbaik untuk klub dan pelatih," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Cara Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly: Dari Video Call hingga Bujuk dengan Ini
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Borneo FC Ditinggal 15 Pemain dan Pelatih, Nadeo Argawinata Masih Targetkan Juara
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
-
Borneo FC Cuci Gudang Lepas 15 Pemain, Kapan Mariano Peralta Diperkenalkan Persija?
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Monitor Lenovo Yoga Pro 27UD-10 Hadir, Satukan Kamera 4K, Audio Studio, dan QD-OLED dalam Satu Layar
-
BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan
-
Momen Slavko Vincic Menangis Haru usai Terpilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
-
Apa Beda Slow Jogging dan Lari Biasa? Kenali 5 Perbedaannya Sebelum Coba!
-
Bungkam Keraguan, Debut Sutradara Muda Ferly Halim 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' Banjir Air Mata
-
Bae Nara dan Han Jae Ah Umumkan Rencana Menikah Usai 7 Bulan Go Public
-
Amnesty Soroti Mandeknya Kasus HAM Berat, Kementerian HAM Dinilai Sekadar Simbol
-
Alasan Kia Seltos Turbo Tak Ikut Diboyong ke Indonesia
-
Sunscreen Labore untuk Umur Berapa? Cek Anjuran Pemakaian Resminya
-
Kurikulum: Mengapa Pendidikan Sering Gagal Menyentuh Realitas Lokal