Suara.com - Penyerang Paris St Germain (PSG) Neymar telah setuju untuk membayar denda kepada otoritas pajak di Brazil, sebagai upayanya untuk menyelesaikan masalah-masalah hukumnya, kata para pengacaranya pada Jumat (11/8/2017).
Para pengacara mengatakan mereka diharapkan membayar denda sebesar delapan juta real (2,52 juta dolar) untuk mengakhiri kekisruhan panjang ini.
Bagaimanapun, kantor pajak Brazil, mengatakan mereka belum sampai pada kesimpulan perhitungan total.
Kantor pajak awalnya menuntut 188,8 juta reais (59,44 juta dolar) dalam bentuk denda-denda, pengembalian pajak, dan bunga, meski angka itu diyakini telah turun.
"Meski ia tidak setuju dengan nilai (delapan juta), prosesnya telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun dan niatnya adalah mengakhirinya dan bergerak maju ke fase berikutnya untuk Neymar," kata Marcos Nedes, salah satu pengacara sang pemain.
Keputusan ini muncul sepekan setelah Neymar meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke PSG dengan transfer yang memecahkan rekor dunia yakni 222 juta euro.
Pemain 25 tahun itu telah dijerat sejumlah tuduhan bahwa ia melakukan penggelapan pajak di Spanyol dan Brazil.
"Tuduhan-tuduhan (terhadap kami) dilakukan tergesa-gesa, di mana pada saat lain mereka menentang kami, namun hal itu meninggalkan bekas pada citranya dan seperti Anda tahu Neymar hidup dari citranya," kata pengacara Gustavo Xisto.
"Kami perlu berhati-hati tentang hal ini. Menurut saya ini adalah pelajaran yang harus kami pelajari." (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kilas Balik Piala Dunia di AS: Penyesalan Roberto Baggio, Maradona Pakai Doping
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?
-
Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026
-
Hinaan Homofobik, Prestianni Terancam Absen Bela Argentinadi Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Kapten Persita Diincar Klub Elit Brunei, Bakal Duet dengan Ramadhan Sananta?
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026