Suara.com - Pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy ternyata memiliki kenangan indah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Tepatnya pada 2010 lalu saat pelatih asal Skotlandia itu menukangi Filipina di Piala AFF 2010.
Saat itu Filipina melawan timnas Indonesia di partai semifinal Piala AFF 2010. Menariknya, partai semifinal itu berlangsung dua kali di SUGBK.
Padahal, sesuai regulasi yang ada seharusnya partai semifinal berlangsung kandang-tandang. Namun, saat itu stadion di Filipina masih belum memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Piala AFF.
Timnas Indonesia yang saat itu masih dilatih oleh Alfred Riedl memenangi dua laga tersebut. Simon pun masih ingat betul bagaimana euforia yang terjadi di SUGBK.
"Saya punya memori dengan stadion ini bersama Filipina tahun 2010. Penonton full dengan merah putih dan kota juga penuh dengan suporter Indonesia," kata Simon dalam jumpa pers di SUGBK, Senayan, Jumat (26/1/2018).
Kini Simon kembali berkesempatan menukangi timnya, Bhayangkara FC, berlaga di SUGBK menghadapi FC Tokyo, Sabtu (27/1/2018). Pelatih asal Skotlandia mengaku cukup bahagia karena menjadi pelatih di liga 1 pertama yang berkesempatan mencicipi SUGBK yang baru selesai direnovasi.
Sebagaimana diketahui, selaku juara Liga 1, Bhayangkara FC ditunjuk oleh PSSI untuk menghadapi FC Tokyo. Pertandingan persahabatan itu merupakan peringatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang yang ke-60.
"Saya bangga jadi pelatih klub yg pertama main di sini di 'new' SUGBK. Yang saya tahu bola Indonesia beberapa tahun ini memang ada masalah, tapi dalam pelayanan supporter ini menjadi yang terbaik. Semoga ini berimbas pada kualitas timnas yang naik ke level atas," pungkas Simon.
Berita Terkait
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Cedera dan Masa Peminjaman Jadi Awal Perpisahan
-
Paul Munster Resmi Bertahan di Bhayangkara FC, Siap Bangun Tim Lebih Garang Musim Depan
-
Kemenangan Jadi Harga Mati Bali United, Kado Penutup untuk Semeton Dewata
-
Buka Suara soal Dugaan Rasisme, Henry Doumbia: Saya Yakin dengan Apa yang Saya Dengar
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Pimpinan Komisi III DPR Kompak Bantah Surpres Pergantian Kapolri Listyo Sigit
-
Jaksa Agung Resmi Berhentikan Sementara Febrie Adriansyah sebagai Jaksa
-
Cara Aktivasi Token QLola by BRI untuk Transaksi Bisnis Aman
-
Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
-
Keluarga Almarhum Haji Abdul Halim Ali Kembalikan Rp127 Miliar ke Negara, Dicicil 12 Bulan
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
20 Ide Lomba 17 Agustus Seru buat Ibu-Ibu, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah
-
Perusahaan Penimbun Sampah Liar di Kramat Jati Wajib Ganti Rugi
-
J.C. STAFF Garap Anime Wound & Bandage, Romcom Putri Yakuza dan Pengasuhnya
-
Polri Siap Hadapi Perlawanan Febrie Adriansyah Lewat Praperadilan Kasus Korupsi dan TPPU