Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta pada pemain muda Egy Maulana Vikri membuktikan diri jika pemain asal Medan Sumatera Utara itu memang layak bermain di salah satu klub sepak bola di Eropa.
"Dia harus tampil beda disana. Egy juga harus membuktikan jika memang layak untuk bermain di Eropa," kata Menpora Imam Nahrawi di Jakarta, Jumat (9/3/2018) saat dimintai komentar soal keberangkatan Egy Maulana ke Eropa.
Pemain timnas U-19 ini hari ini dikabarkan sudah bertolak menuju Eropa. Hanya saja, negara yang dituju belum terpublikasi dengan detail. Bahkan, menpora-pun belum mau membocorkan negara mana yang dituju oleh mantan anak asuh Indra Sjafri itu.
Ada dua negara yang kemungkinan menjadi tujuan Egy Maulana Vikri yaitu Polandia dan Prancis. Selama ini dua klub di negara tersebut yang tertarik menggunakan jasanya yaitu Legia Warsama atau St Etienne Prancis.
Menurut menpora, Egy mempunyai banyak modal selain kemampuannya dalam bermain sepak bola yaitu kemampuan berbahasa hingga emosi sebagai pemain bola. Bahkan, pihaknya menilai Egy melampaui umurnya.
"Saya rasa dia bisa bermain di klub yang dicita-citakan. Apalagi dia mempunyai modal besar," kata pria kelahiran Bangkalan Madura itu.
Orang nomor satu di Kemenpora itu mengaku hingga saat ini terus memantau perkembangan Egy Maulana Vikri. Pihaknya juga terus menunggu laporan dari manajemen yang selama ini mendampingi pemain yang mendapatkan julukan Messi dari Indonesia.
"Mungkin setelah sampai di Eropa nanti hasilnya dilaporkan ke saya karena mestinya saya juga diundang," kata Menpora sambil tersenyum.
Egy Maulana Vikri merupakan salah satu pemain sepak bola Indonesia yang prestasinya cukup gemilang. Atas prestasinya, pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000, banyak diminati oleh klub termasuk dari luar negeri. Di timnas-pun langsung naik kelas ke U-23.
Sebelum bertolak ke Eropa, Egy juga menjalani pemusatan latihan bersama tim dibawah asuh Luis Milla yang dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. (Antara)
Berita Terkait
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
-
Persiapan Indonesia Jelang Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Kena Efisiensi
-
Dicoret dari Skuad FIFA Matchday, Ini Respons Dewasa Egy Maulana Vikri
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jacksen F Tiago Pilih 34 Talenta Terbaik MLSC 2026, Siap Wakili Indonesia di SingaCup 2026
-
Prediksi Superkomputer Berubah! Prancis Geser Spanyol Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Statistik Miris Afsel Usai Didepak Kanada dari Piala Dunia 2026: Cuma Satu Tembakan Tepat Sasaran!
-
Hugo Broos: Afrika Selatan Kalah Tenaga dan Kecepatan dari Kanada
-
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil vs Jepang hingga Portugal vs Kroasia
-
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Gagal di Piala Dunia 2026
-
3 Fakta Menarik Hasil Kanada vs Afrika Selatan, Sejarah The Reds Berkat Gol Voli Eustaquio
-
Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam