- Mantan Menpora Dito Ariotedjo menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026 sebagai saksi.
- Penyidik KPK mendalami sprindik baru kasus korupsi kuota haji periode 2023-2024 terkait dua tersangka pihak swasta.
- Pemeriksaan Dito berfokus pada informasi tambahan mengenai kunjungan kerja rombongan Presiden Jokowi ke Arab Saudi tahun 2023.
Suara.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkap materi pemeriksaan yang dijalaninya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (30/6/2026).
Selama sekitar empat jam diperiksa sebagai saksi, Dito mengaku penyidik mendalami surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam kasus dugaan korupsi pembagian kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama (kemenag) periode 2023-2024.
“Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru,” kata Dito kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.
Sprindik baru yang dimaksud Dito berkaitan dengan dua tersangka, yakni Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour) Ismail Adham dan Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus mantan Ketua Umum Kesatuan Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Aziz Taba.
Dito mengaku mendapat sekitar 10 pertanyaan dari penyidik. Menurutnya, materi pemeriksaan kali ini tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan yang dijalaninya pada Januari lalu.
Salah satu yang kembali didalami ialah kunjungannya ke Arab Saudi bersama rombongan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi pada 2023. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia dan Arab Saudi diketahui membahas sejumlah agenda, termasuk penambahan kuota haji.
“Kan kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama, Gus Yaqut sama Gus Alex, ini yang kedua swasta, ya, keterangan tambah-tambah informasi seputar itu saja,” ujar Dito.
Dua Tersangka Baru
Perkara dugaan korupsi kuota haji terus berkembang.
Baca Juga: Vonis Nadiem Diwarnai Dissenting Opinion, Hakim Nilai Tak Ada Bukti Niat Jahat
Setelah lebih dulu menetapkan dan menahan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas serta staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, KPK kemudian menetapkan dua tersangka baru dari kalangan swasta, yakni Ismail Adham dan Asrul Aziz Taba.
Keduanya diduga memiliki peran dalam perkara pembagian kuota dan penyelenggaraan haji tahun 2023-2024.
KPK telah menahan Yaqut pada 12 Maret 2026. Lima hari kemudian, KPK juga menahan Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
Keduanya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026
-
Regulasi Sudah Ada, DPRD Minta Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah
-
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Minta Hakim Nyatakan Penangkapan hingga Penggeledahan Tak Sah
-
Safari Politik Lampung Sepi Massa? Jokowi Dinilai Tak Lagi Mampu Mobilisasi Rakyat Tanpa Alat Negara
-
Pakar UMY Soroti Pengisian Jabatan BUMN: Loyalitas Politik Dinilai Kalahkan Meritokrasi
-
Papua Tengah Cetak Sejarah, Ekspor Perdana Hasil Perikanan Langsung dari Mimika Perkuat Ekonomi Biru
-
Terungkap! Sikka Punya 30 Pub tapi Mayoritas Bodong, Jadi Sarang Eksploitasi Perempuan?
-
Meki Nawipa Lepas Ekspor Perdana Hasil Perikanan Papua Tengah ke Pasar Internasional
-
Buntut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Veronika Lake
-
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Akan Ajukan Banding