Suara.com - Arsenal akhirnya menunjuk Unai Emery sebagai manajer anyar mereka menggantikan posisi Arsene Wenger. Juru taktik asal Spanyol itu pun mengaku siap membawa The Gunners kembali berlaga di pentas Liga Champions.
Sebagaimana diketahui, Emery yang di musim 2017/2018 ini sukses mengantarkan Paris Saint-Germain merebut treble domestik, dikontrak Arsenal untuk dua musim ke depan.
Sebelum menangani PSG pada musim panas 2016, Emery juga tercatat pernah menangani tim-tim macam Sevilla, Valencia dan Spartak Moskow.
Bersama Sevilla, Emery bahkan pernah juara Liga Europa tiga kali beruntun, yakni pada 2014-2016. Sementara bersama PSG, sebelum meraih treble musim ini, pelatih berusia 46 tahun itu juga sukses meraih double pada musim 2016/2017, yakni juara Piala Prancis dan Piala Liga Prancis meski urung menggondol titel Ligue 1.
Kini menangani Arsenal, Emery pun membeberkan target perdananya, yaitu membawa The Gunners kembali tampil di pentas Liga Champions.
Seperti diketahui, Arsenal sudah gagal lolos ke Liga Champions dua musim berturut-turut setelah finis di luar empat besar klasemen Liga Inggris. Nah, Emery ingin mengubah hal tersebut.
"Kami semua harus bekerja keras di sini. Hal itu penting untuk klub yang sudah gagal dua kali ke Liga Champions. Bekerja keras penting kalau kami ingin jadi jadi tim terbaik," buka pelatih berusia 46 tahun itu seperti dimuat Sky Sports.
"Hal ini soal berjuang untuk semua gelar. Hal itu sudah ada di sejarah Arsenal dan sejarah saya, dan saya ingin hal tersebut berlanjut. Untuk Liga Champions, saya kira ini memang tempat yang pantas buat klub sebesar Arsenal. Saya yakin, dengan kerja keras musim depan, kami bisa kembali tampil di kompetisi elite tersebut di musim berikutnya," sesumbarnya.
Sebagai informasi, Arsenal terakhir kali juara Liga Inggris pada musim 2003/2004. Sementara di Liga Champions, prestasi terbaik Meriam London adalah menjadi finalis pada 2006. Sejak saat itu, prestasi terbaik Arsenal di bawah Wenger hanya juara Piala FA sebanyak tiga kali, termasuk yang terakhir pada musim 2016/2017.
Berita Terkait
-
Habiskan Rp6 Triliun dalam 3 Tahun, Klub Milik Orang Indonesia Ini Santai Hadapi Ancaman Sanksi UEFA
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
Aston Villa Siap Jalani Laga Perdana di Indonesia, Indonesia All Stars Bertekad Beri Perlawanan
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara