Suara.com - Timnas Inggris lolos ke perempat final Piala Dunia 2018 setelah memenangi drama adu penalti, 4-3, melawan Kolombia dalam babak 16 Besar di Otkritie Arena, Rusia, Rabu (4/7) dini hari WIB.
Pemenang pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti setelah hingga 90 menit waktu normal dan dua kali babak perpanjangan waktu, kedua negara bermain imbang 1-1.
Ini merupakan kemenangan adu penalti perdana Inggris dalam putaran final Piala Dunia. Di perempat final, mereka akan menghadapi Swedia di Cosmos Arena, 7 Juli mendatang.
Jalannya Pertandingan
Sejak awal pertandingan Inggris berinisiatif lebih dulu melancarkan serangan. Namun, masih bisa dipatahkan benteng pertahanan Kolombia yang dikawal kuartet Santiago Arias, Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Johan Mojica.
Kolombia sendiri lebih banyak mengandalkan serangan balik yang cepat. Namun, strategi ini terbentur transisi dari menyerang ke bertahan yang cepat yang dilakukan para pemain Inggris.
Laga baru berjalan lima menit, penjaga gawang Kolombia, David Ospina, mendapat ujian pertamanya dengan menepis tendangan bebas Ashley Young.
Hadiah ini diberikan wasit menyusul handball yang dilakukan Yerry Mina saat hendak mencoba membayang-bayangi laju Raheem Sterling di sisi kanan pertahanan Kolombia.
Selang beberapa menit kemudian, peluang emas dimiliki Harry Kane. Sayang, sundulan kapten The Three Lions—julukan Inggris—menyambut umpan Kieran Trippier, masih belum menemui sasaran yang tepat.
Hingga 15 menit pertama Inggris tercatat mendominasi pertandingan dengan persentase 56 persen berbanding 44 persen milik Kolombia.
Di pertengahan babak pertama, para pemain Kolombia mulai tampil menekan. Namun, pasukan Jose Pekerman masih kesulitan untuk menemukan celah di lini pertahanan Inggris.
Pada menit 41, lagi-lagi Inggris memiliki peluang membuka keunggulan. Kali ini, lewat tendangan bebas.
Trippier yang menjadi eksekutor belum mampu menjebol gawang Ospina. Bola sepakannya masih sedikit menyamping di sisi kanan gawang.
Peluang terbaik Kolombia hadir di akhir-akhir babak pertama. Beruntung bagi Inggris, penjaga gawang mereka, Jordan Pickford, mampu mengamankan tendangan keras Juan Quintero dari luar kotak penalti.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, skor 0-0 tetap tak berubah.
Mina Samakan Kedudukan
Di awal-awal babak kedua, tempo permainan sedikit menurun dibanding 45 menit pertama. Kedua negara tampak mencari celah untuk menusuk ke jantung pertahanan lawan.
Wasit menghadiahkan Inggris tendangan penalti setelah Harry Kane dijatuhkan Carlos Sanchez dalam kemelut menyambut sepak pojok. Sanchez pun diganjar kartu kuning.
Kane yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan mulus di menit 57. Sepakannya ke arah tengah mengecoh Ospina yang bergerak ke sisi kanan. Skor sementara 1-0 untuk keunggulan Inggris.
Tertinggal, para pemain Kolombia mulai tertekan dengan tampil sedikit lebih emosional. Perubahan strategi pun dilakukan Pelatih Timnas Kolombia, Jose Pekerman, dengan memasukkan striker Carlos Bacca guna menambah daya gedor.
Pasukan The Three Lions sendiri terus bernafsu mencetak gol kedua. Salah satunya lewat pemain belakang Harry Maguiere di menit 73. Namun, sundulan bek Leicester City ini, menyambut sepak pojok, masih melambung di atas gawang.
Di menit 81, serangan balik cepat ke jantung pertahanan Inggris dilancarkan anak-anak Kolombia. Usaha menyamakan kedudukan ini gagal setelah tendangan kaki kanan Juan Cuadrado yang sebenarnya sudah berdiri bebas, melambung di sisi kiri gawang Pickford.
Dua menit jelang waktu normal babak kedua berakhir, Pekerman melakukan pergantian pemain ketiga dengan memasukkan striker Luis Muriel.
Gol penyama kedudukan yang ditunggu-tunggu Kolombia akhirnya tercipta di menit 90'+3' lewat sundulan Yerry Mina.
Skor 1-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Laga pun harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu.
Drama Adu Penalti
Di babak perpanjangan waktu, kepercayaan diri para pemain Kolombia meninggi. Radamel Falcao dan kawan-kawan berkali-kali mengurung pertahanan Inggris.
Rapatnya pertahanan Inggris yang digalang trio Kyle Walker, John Stones, dan Harry Maguire membuat Kolombia belum berhasil menambah gol. Dan skor imbang 1-1 pun tetap bertahan hingga babak perpanjangan waktu pertama.
Di masa extra time kedua, Inggris mencoba keluar dari tekanan. Nyaris saja juara Piala Dunia 1966 ini menjebol gawang Kolombia andai tendangan Danny Rose tidak melebar di sisi kiri gawang.
Pada menit 113, Southgate memasukkan Marcus Rashford menggantikan Kyle Walker untuk menambah daya serangan. Skor imbang 1-1 tak berubah hingga 2x15 menit babak perpanjangan waktu dan pemenang pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Inggris memenangi drama ini dengan skor 4-3. Dari lima penendang di kubu Inggris, hanya Jordan Henderson yang gagal mengekusi penalti. Sedangkan empat pemain lainnya, yakni Harry Kane, Marcus Rashford, Kieran Trippier, dan Eric Dier sukses menjalankan tugasnya.
Di kubu Kolombia, Radamel Falcao, Juan Cuadrado, dan Luis Muriel berhasil mengeksekusi penalti. Sementara, dua penendang terakhir mereka, Mateus Uribe dan Carlos Bacca gagal menjebol gawang Pickford.
Susunan Pemain Kolombia vs Inggris
Kolombia (4-3-2-1): David Ospina; Santiago Arias (Cristian Zapata 116'), Davinson Sanchez, Yerry Mina, Johan Mojica; Wilmar Barrios, Carlos Sanchez (Mateus Uribe 79'), Jefferson Lerma (Carlos Bacca 61'); Juan Cuadrado, Juan Quintero (Luis Muriel 88'); Radamel Falcao
Pelatih: Jose Pekerman
Inggris (3-5-2): Jordan Pickford; Kyle Walker (Marcus Rashford 113'), John Stones, Harry Maguire; Kieran Trippier, Dele Alli (Eric Dier 81'), Jordan Henderson, Jesse Lingard, Ashley Young (Danny Rose 102'); Raheem Sterling (Jamie Vardy 88'), Harry Kane
Pelatih: Gareth Southgate
Berita Terkait
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Casemiro Berpotensi Gabung Inter Miami
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ini Mahkotamu King! Pesepak Bola dan Selebriti Irlandia Desak Boikot Israel
-
Matthias Sindelar: Mozart Sepak Bola Austria yang Pernah Guncang Piala Dunia
-
Legenda Manchester United: Arsenal Tak Layak Main di Final Liga Champions
-
Arsenal Bisa Kalahkan PSG di Final Liga Champions Asal Pakai Taktik Ini
-
Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?
-
Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
-
Here We Go! Luis Suarez Comeback Bela Uruguay di Piala Dunia 2026?
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Bobby Moore: Legenda dan Kapten Ikonik Timnas Inggris di Piala Dunia
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir