Bola / Bola Indonesia
Kamis, 07 Mei 2026 | 18:01 WIB
Timnas Indonesia U-17 (Antara)
Baca 10 detik
  • Indonesia berambisi meraih kemenangan perdana atas Qatar setelah gagal selama 40 tahun terakhir.

  • Modal kemenangan atas China menjadi pemacu semangat Garuda Muda hadapi tekanan skuat Qatar.

  • Pertandingan penentu di Jeddah ini sangat krusial bagi kedua tim untuk lolos grup.

Suara.com - Timnas Indonesia U-17 membawa misi besar mengakhiri kutukan sejarah saat bersua Qatar pada lanjutan Grup B.

Kemenangan tipis atas China di laga pembuka menjadi modal psikologis penting bagi skuat Garuda Muda.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menuntut kedisiplinan tinggi demi menjaga peluang lolos ke babak perempat final.

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto bongkar masalah transisi dan serangan balik yang bikin Timnas Indonesia U-17 tersingkir dari fase grup Piala AFF 2026 usai ditahan imbang Vietnam.[Dok. KitaGaruda]

Sebaliknya Qatar sedang terluka setelah dipaksa menyerah oleh kekuatan Jepang pada pertandingan pertama mereka.

Duel krusial ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan A King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu malam.

Catatan sejarah menunjukkan Indonesia belum pernah sekalipun menumbangkan Qatar dalam ajang resmi Piala Asia U-17.

Pelatih timnas U-17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto saat ditemui awak media di sela-sela memimpin latihan tim di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Latihan ini digunakan untuk persiapan Indonesia menjelang Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi yang digelar pada 5-22 Mei. (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Pertemuan perdana kedua negara terjadi empat dekade silam tepatnya pada edisi turnamen tahun 1986.

Kala itu langkah tim merah putih harus terhenti setelah menelan kekalahan tipis satu gol tanpa balas.

Pertemuan terakhir kedua tim pada tahun 1990 juga berakhir tanpa pemenang dengan skor kacamata.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Selamatkan Wajah ASEAN, Menang Dramatis di Piala Asia U-17 2026

Kini generasi baru Indonesia berpeluang besar menciptakan tinta emas baru dengan performa mereka yang sedang menanjak.

Permainan spartan yang ditunjukkan saat melawan China menjadi identitas baru tim nasional kategori usia ini.

Kedisiplinan dalam menjaga area pertahanan akan menjadi kunci utama meredam agresivitas pemain depan Qatar.

Qatar dipastikan tampil habis-habisan karena hasil minor lainnya akan membuat peluang mereka menipis.

Faktor kebugaran pemain menjadi perhatian utama tim pelatih mengingat jadwal turnamen yang sangat padat.

Suporter tanah air sangat menantikan kejutan berikutnya dari taktik yang diterapkan oleh coach Kurniawan.

Load More