- Bobby Moore merupakan bek legendaris yang sukses memimpin timnas Inggris menjuarai Piala Dunia tahun 1966 di negara tersebut.
- Moore mencatatkan sejarah sebagai kapten termuda Inggris pada usia 22 tahun dan menjadi simbol ketenangan serta sportivitas.
- Sepanjang kariernya hingga 1973, Moore diakui sebagai salah satu bek terbaik dunia berkat kemampuan membaca permainan yang luar biasa.
Suara.com - Timnas Inggris terus mempersiapkan diri untuk mengejar trofi Piala Dunia 2026. Ambisi mengakhiri puasa gelar itu tak bisa dilepaskan dari memori publik sepak bola Inggris terhadap sosok legendaris Bobby Moore.
Bek ikonik binaan West Ham United tersebut merupakan kapten yang membawa Inggris meraih satu-satunya gelar Piala Dunia pada 1966. Di bawah arahan Sir Alf Ramsey, Moore menjadi simbol kepemimpinan, ketenangan, dan sportivitas.
Dari Wonderkid hingga Kapten Termuda Inggris
Bobby Moore lahir di London pada 12 April 1941. Ia mulai mencuri perhatian saat menjalani debut profesional bersama West Ham United pada usia 17 tahun.
Kesempatan itu datang ketika ia menggantikan Malcolm Allison yang terserang tuberkulosis. Penampilan matang Moore langsung membuat namanya diperhitungkan.
Ia menjalani debut bersama Timnas Inggris pada 20 Mei 1962 saat menghadapi Peru. Setahun kemudian, Moore memecahkan rekor sebagai kapten termuda Inggris pada usia 22 tahun 47 hari dalam kemenangan 4-2 atas Cekoslovakia.
Perjalanan kariernya sempat terganggu setelah didiagnosis kanker testis. Namun, Moore mampu bangkit dan membantu West Ham meraih trofi Piala FA pada 1964.
Momen Ikonik di Piala Dunia 1966
Kisah kepahlawanan Bobby Moore di Piala Dunia 1966 nyaris tidak terjadi akibat masalah kontrak dengan klubnya.
Baca Juga: Hossam Hassan, Legenda Mesir dengan Prestasi Mentereng yang Lampaui Mohamed Salah
Saat itu, status kontraknya bersama West Ham belum tuntas sehingga ia sempat terancam tidak bisa tampil untuk Timnas Inggris. Sir Alf Ramsey turun tangan langsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Setelah kontraknya rampung, Moore kembali memimpin Inggris di turnamen.
Keputusan Ramsey terbukti tepat. Inggris sukses menembus final dan mengalahkan Jerman Barat untuk meraih gelar juara dunia pertama mereka.
Salah satu momen paling ikonik terjadi saat Moore menerima trofi Jules Rimet dari Ratu Elizabeth II. Ia sengaja membersihkan tangannya yang berlumpur sebelum berjabat tangan dengan sang ratu.
Selain kepemimpinannya, Moore juga tampil luar biasa sepanjang turnamen. Ia tercatat sebagai pemain dengan jumlah intersepsi dan penguasaan bola terbaik di Piala Dunia 1966.
Simbol Fair Play dan Bek Terhebat
Berita Terkait
-
Lamine Yamal Absen di La Liga Demi Fokus Pemulihan Cedera untuk Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan
-
Potret Suram Okupansi Hotel Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026
-
Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Klaim Hindari Calo Ilegal
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gianni Infantino Minta Lionel Messi Tidak Pensiun Usai Piala Dunia 2026
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Qatar: Peluang Emas Patahkan Rekor Buruk 40 Tahun Terakhir
-
Hasil Drawing Piala AFF U-19 2026, Timnas Indonesia Menghadapi Rival Klasik Vietnam
-
Bek Timnas Jerman Niklas Sule Resmi Pensiun Akibat Cedera Kambuhan
-
Pelajaran Persija Usai Dikalahkan Persib di Pertemuan Pertama, Mauricio Souza: Dilarang Kartu Merah
-
Gairah Bobotoh di GBLA Bakar Semangat Marc Klok Bungkam Persija Jakarta, Meski Laga Pindah
-
Hidetoshi Nakata: Kisah Ikonik Captain Tsubasa Dunia Nyata Jelang Piala Dunia 2026
-
Kilas Balik Piala Dunia di AS: Penyesalan Roberto Baggio, Maradona Pakai Doping
-
Alasan Presiden FA Palestina Ogah Salaman dengan Utusan Israel di Depan FIFA
-
Hitung Mundur Piala Dunia 2026: 550 Juta Penonton untuk Satu Pertandingan?