Suara.com - Perhelatan Piala Dunia 2018 akhirnya mencapai puncaknya. Timnas Prancis akan bentrok dengan Timnas Kroasia di partai final yang akan berlangsung di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam. Jadwal pertandingan adalah pukul 22.00 WIB.
Sebagai informasi, Prancis lolos ke final setelah menjuarai Grup C. Tim berjuluk Les Blues asuhan Didier Deschamps itu kemudian memenangi laga 16 besar yang sengit kontra Argentina dengan skor 4-3. Prancis kemudian mengalahkan Uruguay 2-0 di perempat final, sebelum menekuk tim bertabur bintang Belgia dengan skor tipis 1-0 di semifinal.
Sementara itu, road to final Kroasia lebih rumit, panjang nan melelahkan. Memenangi pertarungan lawan favorit juara Argentina dan menjuarai Grup D dengan poin sempurna 9, Kroasia justru terseok-seok di fase gugur.
Luka Modric dan kawan-kawan butuh laga 120 menit plus adu penalti untuk memenangi pertarungan melawan Denmark dan tuan rumah turnamen Rusia di babak 16 besar dan delapan besar. Kroasia juga butuh extra-time untuk mengamankan kemenangan 2-1 atas Inggris di semifinal.
Prancis boleh jadi lebih diunggulkan, namun ini adalah partai final, semua hal bisa terjadi! Ya, tak ada favorit dan tak ada underdog!
Untuk Prancis sendiri, ini adalah kali ketiga Les Bleus tampil di partai final Piala Dunia. Sebelumnya, mereka mengalahkan Brasil 3-0 di final Piala Dunia 1998 dan kalah adu penalti dari Italia di final Piala Dunia 2006.
Sementara bagi Kroasia, ini merupakan pengalaman pertama tampil di partai puncak. Tim berjuluk Vatreni itu telah melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya, yaitu menempati peringkat ketiga di Piala Dunia 1998.
Prancis dan Kroasia sendiri sebelumnya pernah lima kali bertemu. Prancis menang tiga kali dan dua laga sisanya berakhir seri. 20 tahun lalu kedua negara ini bertemu di semifinal Piala Dunia, di mana Prancis merupakan tuan rumah turnamen. Kala itu, Prancis keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan laga nanti malam secara live streaming, bisa meng-klik tautan ini.
Baca Juga: Klub Penyumbang Pemain Terbanyak di Final Piala Dunia 2018
Berita Terkait
-
FFF Bidik Zinedine Zidane, Timnas Prancis Siap Mulai Era Baru
-
Dari Iseng Main CDID, Cdidel Kini Bangun Komunitas Lewat Live Streaming TikTok
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Murka Deschamps Kritik Penunjukan Wasit Usai Prancis Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Bek Prancis Ibrahima Konate Tak Gentar Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan
-
Bisnis Manufaktur Terus Lakujan Ekspansi, Buruh Masih Tetap Bekerja
-
Tuas Persneling Mobil Manual Mendadak Seret? Jangan Dipaksa, Kenali Penyebab dan Solusi Mudahnya!
-
Pulang Main Futsal, Pria di Koja Dibegal: Kepala dan Kaki Luka Parah
-
Psikologi Tren Blind Box: Kita Beli Mainannya atau Rasa Penasarannya?
-
DPR Kritik 'ASN Tak Kerja', Netizen Kuliti Jejaknya: Diduga Pakai Ijazah Palsu
-
Karhutla di Bengkalis Meluas hingga 80 Hektare: Asap Pekat, Angin Kencang
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
-
Banjir Terjang Tapanuli Tengah Usai Tanggul Jebol, 145 Warga Mengungsi
-
Pemain Timnas U-17 Palestina Fadi al-Nassan Tewas dalam Penembakan Brutal Pemukim Israel